Membangun Jiwa Entreprenuer Peserta Didik

Written by
Sikap dan perilaku wirausaha menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sikap dan perilaku wirausaha akan tumbuh dan berkembang, manakala karakteristik dari pribadi wirausaha telah terinternalisasi dengan kokoh dalam pribadi setiap siswa. Sehingga dengan terinternalisanya karakteristik wirausaha akan melahirkan sikap dan perilaku wirausaha, yang pada akhirnya akan dapat melahirkan generasi-generasi wirausaha yang semakin banyak. Hal ini harus terus menjadi perhatian, karena bangsa Indonesia masih sangat banyak membutuhkan wirausaha-wirausaha guna meningkatkan kemakmuran rakyat.


Dalam upaya melahirkan wirausaha yang tangguh, pendidikan ( sekolah ) menjadi salah satu institusi yang mempunyai peranan yang sangat penting. Karena sekolah diharapkan dapat mentranformasikan karakteristik wirausaha kepada siswanya. Terlebih Sekolah Menengah Kejuruan, yang mempunyai tujuan utama yaitu untuk menghasilkan tamatan yang siap untuk memasuki lapangan kerja, baik secara mandiri maupun bekerja pada orang lain. Dalam konteks bekerja secara mandiri, maka tamatan tersebut harus bisa menjadi wirausaha.

Salah satu contoh untuk menumbuhkan jiwa Wirausaha adalah dengan menempatkan Unit Produksi di sekolah, sebagai motor penggerak keterlaksanaan kewirausahaan. Melalui lembaga ini, mulai dari tataran penanaman konsep, penanaman sikap, pemahaman teknis serta pembekalan pengalaman awal berwirausaha dapat dilakukan. Sebagaimana unit produksi adalah Suatu proses kegiatan usaha yang di lakukan di sekolah, bersifat bisnis (profit oriented) dengan para pelaku warga sekolah, mengoptimalkan sumber daya sekolah dan lingkungan, dalam berbagai bentuk unit usaha sesuai dengan kemampuan yang di kelola secara profesional.

Hal ini juga sama dengan apa yang dilakukan oleh prondok pesantren Ummul Quro, dimana semua santrinya itu dilibatkan dalam kegiatan kewirausaan. Dalam hal ini para santri ikut andil dalam pelaksanaan kewirausahaan yang ada di dalam pondok. Seperti, para santri ditugaskan untuk bekerja di Koperasi Pondok Pesantren yang ada di Ummul Quro, dimana kopontren yang dimiliki disini ada tiga macam yakni fotokopi, sembako, dan budidaya ikan lele. Nah, disini semua santri wajib terjun langsung terhadap kegiatan wirausaha tersebut agar nantinya bias menumbuhkan jiwa entrepenuer sejati dalam diri santri, sehingga nantinya diharapkan ketika santri sudah keluar/atau lulus dari pondok tersebut, maka langsung bias mempraktekkan wirausahaanya yang telah diajarkan oleh pondok.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close