Mekanisme Perubahan Budaya Organisasi

Written by
Jenis perubahan budaya dalam organisasi tidak hanya tergantung dari tahap pengembangan organisasi, tetapi juga tergantung dari derajat kesiapan organisasi untuk berubah, baik yang disebabkan oleh krisis eksternal maupun karena kekuatan-kekuatan internal yang berubah.

Mekanisme perubahan budaya dalam organisasi sesuai tahap pertumbuhannya sebagai berikut.

1.    Tahap 1.Kelompok baru atau organisasi baru lahir atau permulaan tumbuh
Pada tahap ini, mekanisme perubahan yang terjadi terdiri dari:

a)    Mekanisme perubahan 1: evolusi alami
Jika organisasi tidak terlalu banyak mengalami tekanan eksternal dan jika pendiri atau keluarga pendiri organisasi masih berada dalam waktu yang lama, maka budaya akan berkembang secara sederhana melalui apa yang terbaik dikerjakan sepanjang tahun. Pada mekanisme ini, ada dua evolusi yang akan berkembang, yaitu evolusi umum, evolusi spesifik.

b)    Mekanisme perubahan 2: evolusi pembinaan diri melalui terapi oragnisasi.
Terapi yang diperlukan adalah menciptakan dan memperluas wawasan kognitif, sehingga dapat menghasilkan perubahan-perubahan dramatis. 

1)    Menyehatkan organisasi.
2)    Menyiapkan keamanan psikologis.
3)    Membantu menganalisis pertahanan budaya yang ada.
4)    Memberikan umpan balik kepada orang penentu dalam organisasi bagaimana sebaiknya budaya dijalankan.
5)    Membantu proses pendefinisian kembali hal-hal yang bersifat kognitif.

c)    Mekanisme perubahan 3: evolusi pengelolaan melalui pencangkokan.
Jika ada tekanan untuk mengubah budaya yang ada sekarang, maka perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengubah (mengelolanya), tanpa keilangan identitas. Proses semacam itu disebut proses pencangkokan (hibrida). Orang dalam yang mengembangkan budaya diterima asumsinya, namun berbeda dengan asumsi utama.

d)    Mekanisme perubahan 4: revolusi pengelolaan melalui orang luar.
Perusahaan baru dan sedang berkembang bisa memilih orang luar untuk menduduki jabatan kunci agar organisasi bisa dikelola secara profesional.

2.    Tahap 2. Organisasi pada tingkat pertengahan hidup

Schein mengemukakan pada tahap ini, budaya sulit dijelaskan dan membuat orang sadar karena budaya ditanamkan secara rutin. Manajer memandang bahwa diskusi tentang budaya membosankan dan tidak relevan, khususnya setelah perusahaan tumbuh menjadi besar dan mapan.

e)    Mekanisme perubahan 5: perubahan perencanaan dan pengembangan.
Berbagai konflik yang berkembang memerlukan penciptaan intervensi dan pengembangan komitmen tujuan utama perusahaan. Komitmen semacam itu diperlukan untuk mengatasi masuknya asumsi seseorang dan asumsi kelompok lain yang terlibat konflik.

f)    Mekanisme perubahan 6: pengenalan teknologis
Hal-hal yang termasuk kategori ini adalah difusi inovasi teknologi dan berbagai bentuk akulturasi di mana teknologi baru dapat mengubah seluruh budaya.

g)    Mekanisme perubahan 7: perubahan melalui skandan dan ledakan mitos.
Bagi perusahaan yang sudah dewasa, terdapat mekanisme perubahan dalam mengembangkan suatu ideology positif dan seperangkat mitos untuk dijalankan. Perubahan tidak akan terjadi apabila suatu skandal tidak di-expose pada suatu surat kabar (diumumkan).

h)    Mekanisme perubahan 8: inkrementalisme.
Inkrementalisme dimaksudkan bahwa setiap keputusan di bawah kebijaksanaan seorang manajer. Keputusan tersebut diarahkan kepada seperangkat asumsi baru, namun secara individual keputusan-keputusan ini mengalami perubahan kecil.

3.    Tahap 3. Kedewasaan organisasi dan/atau stagnasi dan kemunduran

Organisasi dalam periode waktu yang lama, budayanya tidak berfungsi sebagai akibat pengaruh lingkungan yang dinamis. Pertumbuhan organisasi terhambat karena kesulitan pemasaran dan produk-produk yang dihasilkan sudah using. Masalah ini tidak bisa dikaitkan dengan umur, ukuran dan jumlah generasi manajerial, akan tetapi lebih mencerminkan interaksi anatara output organisasi dan kesempatan dan hambatan lingkungan.
Selanjutnya Schein mengemukakan bahwa mekanisme perubahan yang terjadi pada tahap ini adalah sebagai berikut.

i)    Mekanisme perubahan 9: bujukan memaksa
Mekanisme ini berasal dari konsep tawanan perang yang mengalami perubahan-perubahan keyakinan dan tingkah laku selama 3-4 tahun ditahan.
Kunci mengerti untuk beberapa perubahan dramatis, yaitu jika sesesorang yang ditahan tidak mempunyai pilihan untuk keluar maka orang tersebut segera mempunyai kekuatan kuat untuk memotivasi dari memperoleh informasi baru untuk menyelesaikan masalahnya.

j)    Mekanisme perubahan 10: pergiliran
Pergiliran sebagai suatu mekanisme merupakan kombinasi dari berbagai tampilan mekanisme ke dalam suatu program tunggal yang dilakukan manajer sebagai perubahan budaya yang berbakat atau tim agen perubahan. Sistem pergiliran manajemen memerlukan orang yang berwawasan luas dan kecakapan tinggi untuk mengatur semua mekanisme di atas, tanpa menimbulkan resistensi pertahanan.

k)    Mekanisme perubahan 11: reorganisasi dan kelahiran kembali
Mekanisme ini dilakukan dengan meninjau dan memperbaiki kembali organisasi yang ada. perubahan organisasi juga akan berdampak terhadap pengembangan budaya baru. Organisasi dan budaya lama dianggap sudah tidak relevan lagi karena adanya perubahan lingkungan baik eksternal maupun internal. Adanya perubahan-perubahan lingkungan tersebut, mendorong pemimpin organisasi yang baru untuk melakukan reorganisasi dengan membentuk organisasi baru dan budaya baru atau dapat pula organisasi lama dilakukan perubahan secara besar-besaran termasuk udayanya.

Jadi menurut penulis, mekanisme perubahan dalam organisasi tidak secara langsung dapat mengalami perubahan yang signifikan apabila individu yang ada di dalamnya tidak berusaha untuk merubahnya dengan maksimal. Akan tetapi perubahan yang dilakukan tidak selalu mengalami keberhasilan, pasti ada rintangan dan hambatan yang menghalangi serta ada kegagalan didalamnya, untuk itu perlu perencanaan yang matang sebelum melakukan perubahan budaya organisasi agar perubahan yang diinginkan benar-benar dapat terwujud.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close