Fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah
1.    Memberikan identitas organisasi kepadanya.
2.    Memudahkan komitmen kolektif.
3.    Mempromosikan stabilitas sistem sosial.
4.    Membentuk perilaku dengan membantu manajer merasakan keberadaannya.

Dalam hubungannya dengan segi sosial, budaya berfungsi sebagai perekat sosial yang membentu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Akhirnya, budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kembali yang memandu dan membentuk sikap tata perilaku para karyawan.

Budaya organisasi yang kohesi atau efektif tercermin pada kepercayaan, keterbukaan komunikasi, kepemimpinan yang mendapat masukan, dan didukung oleh bawahan, pemecahan masala oleh kelompok, kemandirian kerja, dan pertukaran informasi. Nelson dan Qiuck mengemukakan perasaan identitas dan menambah komitmen oraganisasi, alat pengorganisasian anggota, mengguatkan nilai-nilai dalam organisasi, dan mekanisme kontrol atas perilaku.

Dengan demikian, fungsi budaya  kerja adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota-anggota dalam mencapai tujuan organisasi berupa ketentuan-ketentuan atau nilai-nilai yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Hal ini berfungsi pula sebagai kontrol atas perilaku para karyawan.

Menurut penulis, fungsi budaya dalam organisasi bisa membawa dampak positif apabila budaya organisasi mampu dikelola dengan baik dan antara individu yang satu dengan yang lainnya saling bekerja sama menuju satu tujuan yang sama. Akan tetapi ketika budaya organisasi yang digunakan tidak sepaham akan menciptakan arah yang berlawanan antar individu dalam organisasi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel