Definisi Budaya Organisasi

Written by
Budaya adalah apa yang dilakukan orang dan apa arti tindakan mereka bagi diri mereka. Budaya adalah gagasan, kepentingan, nilai-nilai dan sikap yang disumbangkan oleh kelompok. budaya menjadi latar belakang, keteranpilan, tradisi, komunikasi dan proses keputusan, mitos, ketakutan, harapan, aspirasi, dan harapan yang menjadi pengalaman. 


Menurut Schein, budaya meliputi semua asumsi, adaptasi, persepsi, dan pelajaran. Ia lebih lanjut menetapkan bahwa suatu budaya organisasi mempunyai tiga lapisan. Lapisan I meliputi benda-benda dan ciptaan yang kelihatan, tetapi sering tidak bisa menginterpratasikan. Suatu laporan tahunan, suatu laporan berkala, jarak pembagi antarpara pekerja, dan peralatan adalah contoh dari benda-benda dan ciptaan. Pada lapisan II adalah nila-nilai, atau berbagai hal yang penting bagi orang. Nilai- nilai dasar, hasrat efektif atau keinginan. Dalam lapisan III adalah asumsi dasar yang menceritakan pada individu bagaimana cara memandu perilaku mereka. Termasuk dalam lapisan ini menceritakan kepada individu bagaimana untuk merasakan, berpikir tentang, dan merasakan tentang pekerjaan, capaian tujuan, hubungan manusia, dan capaian para rekan kerja.  Sementara Schwartz dan Daviz menyatakan bahwa, budaya mampu menumpulkan atau membelokkan dampak perubahan budaya organisasi yang sudah direncanakan secara matang.

Sedangkan budaya organisasi dalam pengertiannya sendiri merupakan suatu kekuatan sosial yang tidak tampak, yang dapat menggerakkan orang-orang dalam suatu organisasi untuk melakukan aktivitas kerja.  Sedangakan menurut Michael Amstrong mengemukakan bahwa budaya organisasi adalah pola sikap, keyakinan, asumsi, dan harapan yang dimiliki bersama, yang mungkin tidak dicatat, tetapi membentuk cara bagaimana orang-orang bertindak dan berinteraksi dalam organisasi dan mendukung bagaimana hal-hal dilakukan.

Sedangkan menurut penulis sendiri, budaya organisasi merupakan pola tingkahlaku yang senantiyasa dilakukan dan diyakini secara bersama-sama untuk membentuk sikap dan tindakan yang dimaksudkan untuk kepentingan sebuah organisasi. Pola tindakan setiap individu dalam sebuah organisasi sangat berpengaruh terhadap sebuah organisasi yang ada, karena terciptanya tujuan yang diinginkan mampu dicapai sesuai dengan pola tingkah laku individunya. Jadi, setiap individu (SDM) haruslah menyesuaikan dengan budaya yang ada jika ingin diterima dalam sebuah organisasi.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close