Ciri Khas Tujuan Efektif

Tujuan-tujuan haruslah praktis. Sang manajer mungkin saja bertanya: apakah yang sebenarnya mampu dicapai perorangan atau kelompok itu? Apa yang sedang terjadi dalam industri? Haruskah diambil suatu pandangan, yang berhati-hati atau yang optimis? Kalau tujuan-tujuan yang berhati-hati yang ditentukan, mungkin tujuan-tujuan itu tidak mendorong para pegawai menuju hasil-hasil yang lebih besar, namun jikalau tujuan-tujuan itu terlampau optimis mungkin mereka tidak berguna suatu tantangan, karena pegawai-pegawai tidak percaya akan tujuan-tujuan itu akan dapat di capai. Pendapat bersama adalah bahwa tujuan-tujuan seharusnya merupakan tantangan dan dapat dicapai, tetapi harus memerlukan sekedar uluran dan jangkauan oleh pegawai-pegawai.

Tujuan-tujuan harus mempunyai arti yang tepat bagi manajer, menyatakan tujuan-tujuan dalam istilah-istilah yang kabur, seperti “membuat warga-warga pembangunan”, atau “mencari keuntungan”, membiarkan peluang untuk berangan-angan manajer perlu mengetahui berapa banyak penduduk dengan ciri-ciri khas apa dalam kurun waktu mana, atau berapa besarnya keuntungan produksi mana dalam kurun waktu mana. Hanyalah tujuan-tujuan khusus yang menunjukkan tujuan-tujuan pasti kemana harus mengusahakan apa yang dapat memberikan kepada manajer suatu landasan efektif untuk bertindak. Sumber-sumber apa yang akan digunakan, dalil-dalil dan risiko yang mana yang akan diterima, apa kemungkinan-kemungkinannya untuk berhasil dan apa yang harus diperbuat, semua itu lebih mudah ditentukan, kalau tujuan-tujuan itu ada tegas. Tujuan-tujuan yang dikuantitatifkan lebih disukai, misalnya tujuan yang paling baik tujuan ditentukan sebagai suatu persentase keuntungan atas penjualan dalam dollar atau penghasilan tertentu atas kekayaan-kekayaan banyak tujuan dapat dikuantitatifkan dan tujuan-tujuan yang tidak langsung dapat dikuantitatifkan, biasanya secara tidak langsung dapat juga dikuantitatifkan. Misalnya, pengembangan manajemen, suatu tujuan yang tidak biasa dapat diukur secara langsung dapat dikuantitatifkan secara tidak langsung dengan melaporka banyaknya promosi-promisi yang berwenang. Biasanya digunakan beberapa indikator yang menghubungkan dan memeriksa jawaban itu, kalau kuantifikasi tidak langsung dipakai banyak manajer menganggap tujuan jangka panjang menolong dalam menetapkan persyaratan-persyaratan suatu organisasi untuk fasilitas produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia terhadap kemungkinan perubahan lingkungan sepanjang yang mengenai perincian dan timing perhitungan waktu, mungkin tujuan jangka panjang berbeda dengan maksud suatu organisasi. Yang pertama biasanya mengacu pada jangka waktu yang ditentukan yang terakhir mungkin berkepanjangan selama suatu kurun waktu panjang dan tak ditentukan. Spesifikasi dan timing haruslah bertalian secara logis, tetapi persyaratan ini dapat memberikan ini kesulitan. Jikalau maksud organisasi itu adalah melipat-tigakan harga modal bersihnya dalam 10 tahun, mungkin suatu organisasi mencapai hal ini dengan waktu atau tujuan jangka panjang yang membeli firma-firma yang berdiri, bergabung, atau perluasan dalam. Tujuan mana yang harus dikejar, jikalau lebih dari satu, dalam urutan mana, dan bagaimana harusnya mereka mengkoordinasikan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel