Tujuan Pelatihan

Setiap lembaga pendidikan dan latihan memiliki tujuan sendiri-sendiri sesuai dengan fungsi dan tugas pokok lembaga tersebut dalam diklat. Lembaga tersubut bertujuan mempersiapkan tenaga yang berkualitas yang mampu mendukung pelaksanaan program departemen atau non departemen.
Pelatihan merupakan tanggung jawab bersama dan utamanya manajemen pucak (pimpinan) serta mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, misalnya: penyelia, departemen SDM, karyawan. Pimpinan mempunyai tanggung jawab atas kebijakan-kebijakan umum dan prosedur yang dibutuhkan untuk menerapkan program pelatihan. Untuk itu komitmen pimpinan sangat penting agar berlangsung secara efektif, baik dari perencanaan, proses serta tujuan dari pelatihan.



Menurut Rivai dan simamori, pelatihan (trining) adalah proses sistematis mengubah tingkah laku para karyawan dalam satu arah untuk meningkatkan upaya pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Pelatihan berkaitan dangan keahlian dan kemampuan pagawai dalam melakukan pekerjaan saat ini, memiliki orientasi saat ini, dan membantu pegawai mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar mahir dan berhasil dalam bidang yang dikerjakan.

Sedangkan menurut T. Hani Handoko pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan tertentu, terinci dan rutin. Pelatihan merupakan tanggung jawab manajemen sumber daya manusia.

Dari berbagai macam pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan kalau pelatihan bagi sumber daya manusia adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar bisa menjadi sumber daya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan berkerja, tingkat keprofesionalisme yang tinggi dalam bekerja agar bisa meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dengan baik.

Secara umum pelatihan bertujuan mempersiapkan dan membina tenaga kerja, baik struktural maupun fungsional, yang memiliki kemampuan dalam profesinya, kemampuan melaksanakan loyalitas, kemampuan melaksanakan dedikasi dan kemampuan berdisiplin yang baik. Kemampuan profesional mengandung aspek kemampuan keahlian dalam pekerjaan, kemasyarakatan dan kepribadian agar lebih berdaya guna dan berhasil guna.
Secara khusus, pelatihan bertujuan untuk
mendidik, melatih serta membina tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang produktif dalam pelaksanaan program organisasi di lapangan. Dan membina unsur-unsur ketenagakerjaan yang memiliki kemampuan dan hasrat belajar terus untuk meningkatkan dirinya sebagai tenaga yang tangguh dan mandiri.

Dari penjelasan dari berbagai tujuan adanya pelatihan karyawan atau staf dalam suatu instansi yakni lebih berorientasi pada bagaimana karyawan dapat digerakkan seefektif mungkin dengan dibekalinya berbagai kemampuan, keahlian dan tanggung jawab dalam menjalan tugas pada suatu organisasi atau instansi.

Dengan demikian sumber daya manusia yang berkualifikasi menurut kebutuhan organisasi, dapat diperoleh melalui program pelatihan anggota atau karyawan. Pelatihan merupakan faktor pendorong tercapainya kompetensi karyawan sehingga dapat memberikan kinerja yang terbaik pada perusahaan, lembaga atau organisasi-organisasi lain.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel