Sumber-Sumber Penentuan Tujuan Pelatihan

Fase penilaian kebutuhan seharusnya menyediakan sejumlah tujuan untuk program pelatihan yang mungkin dikembangkan setelah penilaian. Setiap tujuan harus berkaitan dengan satu atau lebih PKKC (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan ciri lain) yang diidentifikasi dalam analisis tugas dan seharusnya menentang, akurat, bisa dipercaya dan dipahami oleh semua.


Tujuan pelatihan pada hakekatnya ialah perumusan kemampuan yang diharapakan dari pelatihan tersebut. Karena tujuan pelatihan ini adalah perubahan kemampuan yang pada hakekatnya merupakan bagian dari perilaku, maka tujuan pelatihan dirumuskan dalam bentuk perilaku (behavior objectives). Misalnya, setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat melakukan pencatatan dan pelaporan secara benar. Dasar untuk menyusun pelatihan ini adalah hasil dari analisis kebutuhan pelatihan yang telah dilakukan. Biasanya pelatihan dibedakan menjadi dua, yakni:

  1. Tujuan umum, yakni rumusan tentang kemampuan umum yang akan dicapai oleh pelatihan tersebut. Misalnya, setelah pelatihan ini peserta mampu melakukan deteksi dini permasalahan yang berisiko.
  2. Tujuan khusus, yakni rincian kemampuan yang dirumuskan dari tujuan umum ke dalam tujuan khusus. Misalnya, tujuan umum dalam contoh kemampuan khusus tersubut misalnya, kemampuan mengenal tanda-tanda permasalahan berisiko, kemampuan berdiagnosis permasalah berisiko, dan sebagainya. 

Dalam sumber penentuan tujuan pelatihan pada setiap tujuan pelatihan harus berkaitan dengan PKKC (pengetahuan, keterampilan, kemampuan atau ciri lain). Tujuan pelatihan dirumuskan dalam bentuk perilaku (behavior objectives), dimana peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan diharapkan dapat melakukan pencatatan dan pelaporan secara benar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel