Prinsip-prinsip Kepemimpinan Transformatif

Written by
Paradigma baru dari kepemimpinan transformasional mengangkat tujuh prinsip untuk menciptakan kepemimpinan transformasional yang sinergis sebagaimana di bawah ini.

Kepemimpinan transformasional mengangkat tujuh prinsip untuk menciptakan kepemimpinan transformasional yang sinergis menurut Eriik Rees adalah sebagai berikut:
  1. Simplifikasi: keberhasilan dari kepemimpinan diawali dengan sebuah visi yang akan menjadi cermin dan tujuan bersama. Kemampuan serta keterampilan dalam mengungkapkan visi secara jelas, pratis, dan tentu saja transformasional yang dapat menjawab, “Ke mana kita melangkah?” menjadi hal pertama yang penting untuk kita implementasikan.
  2. Motivasi: kemampuan untuk mendapatkan komitmen dan setiap orang yang terlibat terhadap visi yang sudah dijelaskan adalah hal kedua yang perlu kita lakukan. Pada saat pemimpin transformasional dapat menciptakan suatu sinergitas di dalam organisasi, berarti seharusnya dia dapat pula mengoptimalkan, memotivasi, dan member energy kepada setiap pengikutnya.
  3. Fasilitasi: dalam pengertian kemampuan untuk secara efektif memfasilitasi “pembelajaran” yang terjadi di dalam organisasi secara kelembagaan, kelompok, ataupun individual. Hal ini akan berdampak pada semakin bertambahnya modal intelektual dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.
  4. Inovasi: kemampuan secara berani dan bertanggung jawab melakukan suatu perubahan bila mana diperlukan dan menjadi suatu tuntutan dengan perubahan yang terjadi. Dalam suatu organisasi yang efetif dan efisien, setiap orang yang terlibat perlu mengantisipasi perubahan dan seharusnya pula mereka tidak takut akan perubahan tersebut. Dalam kasus tertentu, pemimpin trasnformasional harus sigap merespons perubahan tanpa mengorbankan rasa percaya dan tim kerja yang sudah dibangun.
  5. Mobilitas: pengerahan semua sumber daya yang ada untuk melengkapi dan memperkuat setiap orang yang terlibat di dalamnya dalam mencapai visi dan tujuan. Pemimpin transformnasional akan selalu menguoayakan pengikut yang penuh dengan tanggung jawab.
  6. Siap siaga: kemampuan untuk selalu siap belajar tentang diri mereka sendiri dan menyambut perubahan dengan paradigm baru yang positif.
  7. Tekad: tekad bulat untuk selalu sampai pada akhir, tekad bulat untuk menyelesaikan suatu dengan baik dan tuntas. Untuk ini, tentu perlu pula di dukung oleh pengembangan disiplin spiritualitas, emosi, dan fisik serta komitmen.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close