Perlunya Memahami Keberagaman


Kondisi lingkungan eksternal dan internal organisasi telah bayak mengalami perubahan. Perubahan telah terjadi dalam konteks sosial, perubahan di tempat kerja dan perubahan organisasi. Birokrasiyang telah memberikan sumbangan besar dalam pencapayan tujuan organisasi pada masa yang lalu, dirasakan tidak lagi mencukupi kebutuhan. Keberagaman diharapkan dapat menjadi alternatif yang dapat menghapus kekurangan biroksasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi.
Namun demikian,dengan penerapan keberagaman tidak berarti bebas dari masalah.pemahaman tentang makna keberagaman dan kemampuan mengelola keberagaman perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Warisan Birokrasi
Organisasi terbentuk dari individu-individu yang biasany bekerja pada tingkat yang berbeda dan memegang tingkat tanggung jawab dan kekuasaan yang bervariasi. Kebanyakan organisasi terstruktur sebagai suatu hierarki dan menunjukkan adanaya hubungan antara tingkat di atas dengan dibawahnya.

Birokrasi merupakan organisasi hierarki yang menjadi semakin jarang, tetatpi kenyataan menunjukkan bahwa sulit untuk meninggalkan pemikiran dan praktik manajemen berbasis kontrol. Sulit untuk tidak berpikiran bahwa organisasi sebagai mesin, diarahkan dari tingkat eksekutif dengan berbagai kendali.

Menekankan pada sistem dan konterol cenderung mengabaikan aspek manusia dalam organisasi. Pandangan organisasi mekanistik tidak memberi kesempatan mencapai kualitas organisasional, yang diukur berdasarkan keterbukaan, kejujuran, tanggung jawab dan kujrangnya rasa takut, yang diperlukan dalam budaya keberagaman.

Untuk merespons kelemahan sistem mikanistik dalam menghadapi kebutuhan perkembangan yanng terjadi, diperlukan perubahan pola pikiar dalam mengelola sumber daya manusia yang lebih sesuai dengan kepentingan keberagaman. Hanya dengan pola pikir baru yang lebih adaptif terhadap keberagaman, kinerja organisasi dapat ditingkatkan. Biroksasi yang cenderung bersifat kaku perlu mengubah dirinya menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi sumber daya manusia dalam organisasi yang semakin beragam.

Perubahan Konteks Sosial
Perubahan struktur dalam persebaran kependudukan disatu sisi sangat berpengaruh terhadap tuntunan kebutukan akan barang dan jasa, disisi lain memengaruhi permintaan terhadap pasar kerja. Keinginan dan kebutuhan konsumen akan barang dan jasa cenderung semakin berfareasi dan semakin menghargai kualitas yang lebih tinggi. Tuntutan akan pemenuhan kepuasan konsumen cenderung semakin meningkat. Dengan demikian, kinerja organisasi harus berorientasi pada kualitas untuk memberikan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

Sementara itu, perkembangan global menuntut daya saing organisasi semakin tinggi. Menanggapi keadaan tersebut, berbagai organisasi melakukan berbagai langkah peningkatan efisiensi dan efektivitas melalui upaya perubahan. Perubahan dilakukan terhadap struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, proses produksi, dan mekanisme serta prosedur kerja.

Akhir-akhir ini terdapat kecenderungan semakin banyaknya tenaga kerja wanita, bahkan sebagian telah menduduki posisi penting dalam organisasi. Perlindungan diberikan terhadap kemungkinan penggunaan tenaga kerja anak-anak. Disamping itu, dalam suatu organisasi semakin banyak ditemukan sumber daya manusia yang mempunyai latar belakang budaya berbeda, dan bahkan terdapat tenaga kerja asing yang mempunyai budaya yang sangat berbeda.

Kondisi seperti tersebut diatas membuat semakin beragamnya tebaga kerja dan proses kerja organisasi. Interaksi diantara tenaga kerja dan pemimpin organisasi semakin meningkat. Kenyataan tyersebut mendesak semakin diperlukannya pemahaman tentang kebergaman dan menunjukkan indikasi semakin perlunya pengelolaaan keberagaman budaya.

Dalam pengembangan keragaman budaya, maka setiap tenaga kerja harus dipandang sebagai individu. Orang tidak dilihat dari kelompok mana mereka berasal. Sementara itu, keterampilan dan kemampuan yang dibawa ke dalam organisasi harus dihargai.

Memotret keberagaman menuurut David Jamieson dan Julie O’Hara (Chris Speechley dan Ruth Wheatley, 2001: 20) dilakukan dengan melakukan identifikasi umur, gender, etnis, pendidikan, cacat dan nilai-nilai. Untuk itu perlu ditempuh strategi ”flex-management”, dengan cara menyesuaikan orang pada pekerjaannya, menjalankan manajemen kinerjaa, memperbaiki komunikasi dan keterlibatan pekerja, meningkatkan gaya hidup dan dukungan kebutuhan hidup.

Namun demikian, secar umum terdapat kecenderungan meningkatnya perhatian para pengambil kebijak sanaan dan pelaksan serta para cendekiawan terhadap masalah keberagaman. Kalaupun sudah menunjukkan kemajuan cukup berarti, namun hasilnya masih belum seperti yang diharapkan.

Keberagaman Tempat Kerja
pada awalnya, sejumlah organisasi melakukan tindakan diskriminatif terhadap tenaga kerjanya dengan pertimbangan kepentingan organisasinya. Mereka cenderung membatasi penggunaan tenaga kerja yang mempunyai kekurangan fisik, tenaga kerja wanita, dan kelompok minoritas. Kecenderungan sekarang semakin membuka kesempatan bagi tenaga kerja wanita, kelompok minoritas dan penyandang tuna daksa.
Kemudahan transportasi dan komonikasi telah mendorong orang untuk mampu mencari peluang kerja di luar daerah asal merika. Lingkkup kawasan yang memberikan peluang kerja menjadi semakin luas. Lapangan kerja bagi siapa pun tampa memerhatikan asal daerahya.

Terdapat ke cenderungan dalam organisasi di negara baret menjadi semakin beagam  sebagai akibat perkembangan kependudukan dan peruahan linkungan bisnis. Di Inggris lebih setengah pekerje paruh waktu adalah wanita. Di amerika serikat, diperkirakan jumlah peria kulit putih akan menjadi minoritas angkatan kerja . organisasi menjadi semakin global, sebaginsebagai tenaga kerja kita perlu bekerja di luar negeri atau harus bekerja di dalam negeri bersama dengan orang dari negeri lain.

Untuk itu, kita perlu mengembangkan keberagaman di tempat kerja karena masyarakat kita semakin beragam. Kita perlu berpikir mengelola keberagaman secara konstuktif dan menghindari kerugian karena disk riminasi. Kegagalan mencegahnya akan menyebabkan merusak kualitas hidup pekerja individu, mengikis kinerja organisasi, meningkatkan biaya (komonikasi, pergantian pekerja, masalah kualitas), dan menjurus menjadi puplisitas buruk.

Berhimpunnya orang dengan latar belakang dan budaya berbeda di tempat kerja menyebabkan semakin perlunya manajemen keberagaman perlu agar keberagaman yang berpotinsi menimbulkan konflik dapat diubah manjadi kekuatan bagi organisasi, dengan melakukan integrasi dan sinergi di antara keragaman budaya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel