Perkembangan Kepribadian Sigmund Freud

Written by
Freud dipandang sebagai teoritisi psikologi pertama yang memfokuskan perhatiaannya kepada perkembangan kepribadian. Dia berpendapat bahwa masa anak (usia 0-5 tahun) atau usia pregenital mempunyai peranan yang sangat dominan dalam membentuk kepribadian atau karakter seseorang. karena sangat menentukannya masa ini, dia berpendapat bahwa the child is the father of man (anak adalah ayah manusia). Berdasarkan hal ini, maka hampir semua masalah kejiwaan pada usia selanjutnya (khususnya usia dewasa), faktor penyebabnya dapat ditelusuri pada usia regenital ini.

Makna perkembangan kepribadian menurut Freud adalah belajar tentang cara-cara baru untuk mereduksi ketegangan tention reduction dan memperoleh kepuasan. Ketegangan itu terjadi bersumber pada empat aspek, yaitu sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan fisik. Seperti peristiwa menstruasi dan mimpi pertama dapat menimbulkan perubahan aspek psikologis dan juga ada tuntutan baru dari lingkungan (seperti dalam berpakaian dan bertingkah laku).
  2. Frustrasi. Orang yang tidak pernah frustrasi tidak akan berkembang. Jika anak di manja over protection tidak akan berkembang rasa tanggung jawab dan kemandiriannya.
  3. Konflik. Ini terjadi antara id, ego dan superego. Apabila individu dapat mengatasi setiap konflik yang terjadi di antara ketiga komponen kepribadian tersebut, maka dia akan mengalami perkembangan yang sehat.
  4. Ancaman. Lingkungan disamping dapat memberikan kepuasan kepada kebutuhan atau dorongan instink individu, juga merupakan sumber ancaman baginya yang sapat menimbulkan ketegangan. apabia individu dapat mengatasi ancaman yang dihadapinya, maka dia akan mengalami perkembangan yang diharapkan.
Sebagai akibat dari meningkatnya tegangan karena keempat sumber ini, maka orang terpaksa harus belajar cara-cara yang baru untuk mereduksikan tegangan. Belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan tegangan inilah yang disebut perkembangan kepribadian.

Identifikasi dan pemindahan obyek adalah cara-cara atau metode-metode yang dipergunakan oleh individu untuk mengatasi frustasi-srustasi, konflik-konflik serta kecemasan-kecemasannya.

IdentifikasiPengertian ini di depan sudah dibicarakan, yaitu dalam hubungan dengan pembentukan das ich dan das ueber ich. Di sini identifikasi itu dapat diberi definidi sebagai metode yang dipergunakan orang dalam menghadapi orang lain dan membuatnya menjadi bagian dari pada kepribadiannya. Dia belajar mereduksikan tegangannya dengan cara bertingkah laku seperti tingkah laku orang lain. Untuk hal yang demikian itu Freud mempergunakan istilah identifikasi dan bukan imitasi, sebab menurut dia istilah imitasi mengandung arti meniru yang  dangkal, sedangkan dalam identifikasi apa yang ditiru itu lalu menjadi bagian dari pada kepribadiaannya. Anak mengidentiofikasikan diri dengan orang tuanya, karena baik anak mereka itu adalah omnipotent, setidak-tidaknya selama mereka masih sangat kecil, setelah anak lebih besar dia menemukan orang-orang lain tempat dia mengidentifikasikan diri, oleh karena ternyata orang-orang lain itu lebih cocok dengan kebutuhannya.

Dapat juga orang mengidentifikasikan diri karena takut. Anak mengidentifikasikan diri dengan larangan-larangan orang tua untuk menghindarkan diri dari hukuman. Identifikasi macam ini
merupakan dasar pembentukan das ueber ich.


Pemindahan obyekApabila obyek pilihan sesuatu instink yang asli tidak dapat dicapai karena rintangan (anti-cathexis), baik rintangan dari dalam maupun dari luar, maka terbentuknya cathexis yang baru, kecuali kalau terjadi penekanan yang cukup kuat. Apabila cathexis yang baru ini juga tak dapat dipenuhi, akan terjadi cathexis yang lain pula,... demikian seterusnya sampai ada obyek yang dapat dipakai untuk mereduksikan tegangan, obyek ini akan dipakai terus sampai saat habis kemampuannya untuk mereduksikan tegangan. Selama proses pemindahan itu sumber dan tujuan instink tetap, hanya obyeknya saja yang berubah-ubah. Dalam hal itu jarang sekali obyek pengganti itu dapat member pemuasan sebesar obyek itu dari obyek asli, maka makin sedikitlah tegangan yang dapat direduksikan. Sebagai akibat dari bermacam-macam pemindahan obyek itu, maka terjadilah penumpukan tegangan, yang kemudian bertindak sebagai alasan yang tetap (kekuatan pendorong yang tetap) bagi tingkah laku.


Mekanisme pertahanan das ichKarena tekanan kecemasan ataupun ketakutan yang berlebih-lebihan, maka das ich kadang-kadang terpaksa mengambil cara yang ekstrim untuk menghilangkan atau mereduksikan tegangan. Cara-cara yang demikian itu disebut mekanisme pertahanan. Bentuk-bentuk pokok mekanisme pertahan itu adalah:
  1. Penekanan atau represi
  2. Proyeksi
  3. Pembentuk reaksi
  4. Fiksasi
  5. Regresi
Semua mekanisme pertahanan itu mempunyai kesamaan sifat-sifat yaitu:
  1. Kesemuanya itu menolak, memalsukan atau mengganggu kenyataan.
  2. Kesemuanya itu bekerja dengan tidak disadari, sehingga orang-orangnya yang bersangkutan tak tau (tak menginsafi) apa yang sedang terjadi.
Fase-fase perkembanganFreud bependapat anak sampai kira-kira umur lima tahun melewati fase-fase yang terdiferensiasikan secara dinamis secara dinamis, kemudian sampai berumur duabelas atau tiga belas tahun mengalami fase latent, yaitu dinamika menjadi lebih stabil. Dengan datangnya masa remaja maka dinamika itu meletus lagi, dan selanjutnya makin tenang kalau orang makin dewasa. Bagi Freud, masa sampai umur dua puluh tahun adaah masa yang menentukan bagi pembentukan kepribadian. Tiap fase (terutama dari lahir sampai kira-kira umur lima tahun) ditentukan atas dasar-dasar reaksi bagian tubuh tertentu. Adapun fase-fase tersebut ialah:
  1. Fase oral 0:0 sampai kira-kira 1:0. Pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamis.
  2. Fase anal: kira-kira 1:0 sampai kira-kira 3:0. Pada fase ini cathexis dan anti cathexis berpusat pada fungsi eliminative (pembuangan kotoran).
  3. Fase falis: kira-kira 3:0 sampai 5:0. Pada fase ini alat-alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting.
  4. Fase latent: 5:0 sampai kira-kira 12:0 atau 13:0. Pada fase ini impuls-impuls cenderung untuk ada dalam keadaan tertekan.
  5. Fase pubertas: kira-kira 12:0 atau 13:0 sampai 20:0. Pada masa ini impuls-impuls menonjol kembali. Apabila ini dapat dipindahkan dan disublimasikan oleh das ich dengan berhasil maka sampailah orang kepada fase kematangan terakhir, yaitu:
  6. Fase genital. Cathexis pada fase genital mula (fase falis) mempunyai sifat narcistis, artinya individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri dan orang-orang lain diinginkan hanya karena memberikan bentuk-bentuk tambahan dari kenikmatan jasmaniah itu.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close