Pengertian Keberagaman

Written by

Perkembangan demokrafis suatu negara atau wilayah dapat bejalan tidak selaras dengan potensi ekonominya. Suatu kawasan yang ekonominya renadah dapat mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk tinggi. Namun, dapat terjadi sebaliknya, kawasan dengan potensi ekonomi tinggi, tetapi tingkat penduduknya rendah. Keadaan tersebut dapat mendorong terjadinya mobilitas penduduk untuk berpindah dari satu tempat ketempat lainnya.

Tenaga kerja yang berasal dari kawasan tertentu mempunyai latar belakang budaya yang mungkin saja berbeda dengan budaya yang dianut ditempat tujuan. Tenaga kerja tersebut dapat bervariasi pula dari segi gender, pendidikan, etnis, kondisi fisik, maupun psikologisnya. Mereka berlomba memasuki lapangan kerja yang di sediakan organisasi, yang sebelumnya telah mempunyai budaya organisasi sendiri.

Dengan demikian, terdapat kecenderungan semakin meningkat variasi dan interaksi di antara sumber daya manusia yang mempunyai berbagai perbedaan. Untuk itu organisasi masa sekarang dipaksa untuk hidup dengan menggunakan kecerdasan mereka. Ketahanannya sanagt tergantung pada kemampuannya untuk berpikir bagaimana dapat mengelola sumber daya manusia yang sangat beragam. Persoalannya adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak menjadi potensi konflik, namun justru dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan.


Keberagaman atau diversity semula dipergunakan dalam pengertian secara umum sebagai pernyataan bervariasi (Chris Speechley dan Ruth Weatley, 2001: 4). Namun, keberagaman kemudain berkemabang dan dipergunakan untuk menjelaskan terdapatnya variasi di tempat pekerjaan, karena dalam suatu organisasi terdapat orang dengan berbagai latar belakang dan budaya.

Frederick A. Miller dan Judith H. Katz (2002: 198) berpendapat bahwa keberagaman merupakan tentang identitas sosial kelompok yang meliputi suatu organisasi. Mereka menyatakan pula bahwa terminologi keberagaman atau diversity sering salah dipergunakan, dengan saling mempertukarkan dengan pengertian affirmative action, equal employment opportunity, dan inclusion, karena masing-masing mempunyai makna sendiri yang unik.

James L. Gibson, Jhon M. Ivancevich dan James H. Donnelly, Jr. (2000: 43) berpandangan bahwa keberagaman adalah pebedaan fisik dan budaya yang sangat luas yang menunjukkan aneka macam perbedaan manusia. Sama halnya dengan Miller dan Katz, Gibson, Ivancevich, dan Donnelly menilai bahwa banyak pendapat orang tentang keberagaman yang sangat membingungkan. Keberagaman bukanlah sinonim untuk equal employment opprtunity atau bukan pula sebagai assirmative action. Pendapat-pendapat tersebut sejalan dengan analisis Roosevelt Thomas bahwa istilah keberagaman sering dipergunakan untuk kepentingan politik untuk menjelaskan tentang humas right dan affirmative action.

Lebih lanjut, R. Roosevelt Thomas, Jr.  menyatakan bahwa keberagaman tenaga kerja dapat terjadi dalam berbagai cara, tidak hanya berupa ras dan gender, tetapi juga umur, orientasi seksual, latar belakang pendidikan dan asal geografis. Selanjutnya ditekankan bahwa sebuah organisasi dapat mengalami kekurangan dalam keberagaman demografis tenaga kerja dan sekarang bahkan terdapat keberagaman lain, dalam bentuk keberagaman fungsional, produk, pelanggan, dan akuisisi atau merger. Dengan demikian, keberagaman juga dilihat dari aspek organisasional.

R. Roosevelt Thomas, Jr. (2006: 93) sendiri mengakui bahwa pandangannya sendiri tentang definisi keberagaman mengalami evolusi. Pada 1970-an, dia memandang keberagaman sebagai perbedaan fungsional. Pada 1984-1985 keberagaman diartikan sebagai semua perbedaan tenaga kerja, ditambah dengan isyarat tentang perbedaan di luar tenaga kerja. Sementara itu, antara 1996-2000, keberagaman menunjukkan setiap bauran semua hal yang ditandai oleh perbedaan dan kesamaan. Akhirnya pada 2001-2005 dia sampai suatu pandangan bahwa keberagaman menunjukkan bauran dari perbedaan, kesamaan, dan tegangan yang dapat terjadi di antara elemen bauran yang bersifat pluralistik.

Dari uraian tersebut di atas, tampak bahwa cara para ahli mengungkapkan pengertian keberagam sangat bervariasi, namun menunjukkan adanya persamaan. Keberagaman menyangkut aspek yang sanagt luas, dapat dilihat dari tingkatannya dan faktor yang mempengaruhunya. Keberagamn dapat terjadi pada tingkat individu, kelompok, organisasi, komunitas, dan masyarakat. Keberagaman juga sangat dipengaruhi oleh latar belakang demografis dan budaya sumber daya manusia, kondisi lingkungan internal tempat kerja dan kondisi eksternal masyarakat yang dihadapi.

Dengan demikian, dapat dirumuskan pengertian keberagaman sebagai variasi dari berbagai macam kombinasi elemen demokrafis sumber daya manusia, organisasional, komunitas, masyarakat, dan budaya. Adapun keberagaman budaya adalah merupakan variasi kombinasi budaya sumber daya manusia di dalam organisasi, komunitas, atau masyarakat.


SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close