Pengertian Hubungan Produktif

Termasuk di antara fungsi manajemen adalah hubungan (dengan) masyarakat, yang akronimnya: “humas” atau “HM”  disarikan dari bahasa inggris “public relation” atau “PR”. Humas dapat diartikan sebagai suatu kegiatan usaha yang yang menyangkut itikad baik, rasa simpati, saling mengerti untuk memperoleh pengakuan, penerimaan, dan dukungan masyarakat melalui komunikasi dan sarana lain (media massa) untuk mencapai kemanfaatan dan kesepakatan bersama.


Oleh sebab itu, humas merupakan pusat kegiatan yang meliputi banyak bidang dan upaya di berbagai masyarakat: hubungan antar manusia, hubungan antar kerja, hubungan dengan alat dan media massa, keahlian , menggunakan dan memilih alat kemunikasi dan media massa. Seni mengajak berembug dan musyawarah, seni mengajak untuk secara sadar mendekati dan menyelesaikan masalah, seni mengajak untuk secara sadar tertarik dam terpikat, untuk membeli, menggunakan, periklanan, publisitas, keahlian menduga dan memperhitungkan situasi dan kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya, keahlian, melindungi lingkungan dan pelestarian alam, keahlian membicarakan dan menciptakan pandangan masyarakat serta pendapat umum dan lain sebagainya.

Sebelum membicarakan beberapa definisi humas, ada baiknya diingatkan bahwa difinisi humas bisa saja berubah menurut masa dan tempat di mana humas dipraktekkan. Apabila di zaman modern ini, di mana cara hidup manusia makin canggih, dan pekerjaan semakin mudah dilakukan berkat perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat, maka definisi humas perlu berubah mengikuuti perkembangan masa.

Mengenai definisi humas, International Public Relation Associaton (IPRA), suatu organiasi humas yang bertaraf internasional sebagai mana dikutip oleh Hamdan Adnan dan Hafied Cangara membuat definisi kerja hubungan masyarakat sebagai berikut;
“Hubungan masyarakat ialah suatu fungsi manajemen yang berlangsung terus menerus dan dirancang melalui organisasi-organisasi masyarakat, swasta, lembaga yang berusaha menjalin dan memelihara saling pengertian, simpati serta dukungan dari siapa saja yang ada kaitannya dengan dirinya melalui informasi, termasuk memperbaiki peraturan-peraturan dan pernyataan-pernyataan yang dirancang untuk mencapai kerja sama serta pemecahan masalah secara efektif untuk kepentingan bersama.”

Dari definisi yang dipaparkan oleh IPRA di atas, seorang veteran praktisi humas Amerika Serikat, Dr. Rex F. Harlow  menjelaskan secara menyeluruh seperti berikut:
  1. Humas adalah suatu kumpulan pengetahuan, keterampilan dan peraturan-peraturan.
  2. Melaksanakan fungsi manajemen yang mengatur di aatara dua atau lebih organisasi kemasyarakatan  dengan publik, baik tingkat nsional mauppun internasional.
  3. Kegiatan humas diatur oleh petugas yang bekerja di bidang organisasi  dan masyarakat seperti pedagang, pemerintah, keuangan, perburuhan, pendidikan, ilmu dan teknologi, organisasi profesi, organisasi yang memiliki tujuan-tujuan khusus, hubungan antar bangsa, langganan, organisasi kesenian dan sebagainya.
  4. Mereka berusaha untuk mengabdi kepada kepentingan umum dengan memanfaatkan pendapat umum untuk pembuatan keputusan, serta melakukan perundingan melalui cara yang baik.   
Menurut F. Rachmadi, Public Relations dalam Teori dan Praktek menyebutkan bahwa Humas adalah: “Usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara satu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses komunikasi timbal balik atau dua arah. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adanya mutual understanding, mutual confidence dan image yang baik. Ini semua merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh humas untuk mencapai hubungan yang harmonis.

Dari uraian diatas jelas disebutkan bahwa Humas adalah suatu proses untuk menciptakan hubungan baik dan harmonis antara perusahaan atau organisasi dengan publik sehingga dapat menciptakan image baik dan positif tentang perusahaan atau organisasinya.

Sedangkan menurut J.C Seidel yang dikutip oleh Abdurrachman, dalam buku Dasar-Dasar Public Relations, Public relations adalah suatu proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh good will dan pengertian dari para langganannya, pegawai-pegawainya dan publik pada umumnya. Ke dalam, mengadakan analisa dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri. Ke luar, dengan mengadakan pernyataan-pernyataan.

Berdasarkan definisi menurut para pakar di atas pegertian humas dalam pendidikan tidak terlepas dari manajemen dan begitu sebaliknya hubungan masyarakat tidak akan berjalan tanpa manajemen. atau dengan kata lain manajemen hubungan masyarakat dengan lembaga pendidikan secara internal (guru, karyawan, siswa) dan warga eksternal (wali siswa, masyarakat, institusi luar, patner sekolah). Dalam konteks ini jelas bahwa humas atau public relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu.

Dari uraian diatas bahwa humas adalah proses untuk menjalin hubungan dengan publiknya untuk menumbuhkan saling pengertian dan memperoleh good will dengan mengadakan kegiatan ke dalam dan ke luar. Jadi dari semua definisi dapat ditarik kesimpulan bahwa humas adalah suatu kegiatan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya agar tercapai sikap saling pengertian dan tentunya menciptakan citra atau image baik dan positif perusahaan.

Jadi hakikat Humas (hubungan masyarakat) dalam manajemen lembaga pendidikan Islam adalah suatu proses hubungan timbal balik antara lembaga pendidikan dengan masyarakat yang dilandasi dengan i’tikad dan semangat ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), tarahum (saling mengasihi) dan ta’awun (saling tolong atau kerja sama) dalam rangka mencapai tujuan yang telah di rencanakan sebelumnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel