Pendekatan Otoriter

Written by
Kekuasaan berasal dari kata kuasa yang berarti kemampuan atau kesanggupan, kekuasaan, wewenang atau sesuatu untuk menentukan,pengaruh, mampu, kesanggupan, dan orang yang diserahi wewenang. Sementara kekuasaan dapat diartikan sebagai kemamuan untuk menyuruh, memerintah, mengatur, menguasai, dan sebagainya.

Dalam konteks manajemen kelas, kekuasaan tersebut terwujud melalui kemampuan guru dalam mengatur peserta didik untuk taat dan patuh terhadap norma atau aturan-aturan yang terdapat didalam kelas. Tujuan utamanya adalah untuk mendisiplinkan peserta didik didalam kelas. Jadi, pendekatan kekusaan dapat diatikan sebagai cara pandang guru yang meyakini bahwa kelas yang kondusif dapat dibentuk melalui berbagai upaya penegakan aturan-aturan didalam kelas yang dapat menjadikan peserta didiknya kedisiplinan diri.

Dalam penerapan pendekatan kekuasaan ini guru sebagai seorang manajer kelas memiiki dua peran. Pertama, berperan sebagai pengontrol (controller). Kedua, bereperan sebagai pembimbing (konselor) perilaku peserta didik di dalam kelas. Sebagai pengontrol, guru memiliki kekusaan untuk melakukan pengawasan terhadap perilaku peserta didik didalam kelas. Jika peserta didik berperilaku sesuai dengan aturan-aturan dikelas, guru berkuasa untuk memberikan penghargaan (reward) kepadanya. Tetapi sebaliknya, jika guru mendapati ada perilaku peserta didik yang melanggar aturan-aturan kelas, dengan kekuasaanya guru dapat membimbingnya agar si peserta didik tidak mengulanginya lagi. Jika ternyata si peserta didik tetap saja melakukannya, guru dengan kekuasaanya dapat memberikan hukuman (punishment) kepadanya.

Carolyn M. Evertson dan Edmund T. Emmer mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan dan hukuman dapat membantu guru dalam membangun iklim belajar yang kondusif didalam kelas. Penghargaan yang diberikan oleh guru terhadap peserta didiknya yang taat dan patuh terhadap aturan kelas akan menambah minat atau rasa senang kepada aturan kelas sembari mengarahkan perhatian menuju perilaku yang sesuai denga aturan kelas dan terhindar dari perilaku yang tidak sesuai dengan aturan kelas.

Sebaiknya dalam memberikan penghargaan, guru menghindari pemberian pngargaan dalam bentuk materi seperti uang, permen, kue dan lainnya,tetapi berupa pengakuan seperti menganugrahkan sebuah sertifikat bagi peserta didik yang berperilaku baik kemudian mengucapkan penghargaan tersebut secara lisan.

Penghargan dapat diberika secara mingguan atau bulanan seperti menggunakan sistem seperti “superstar minggu ini”, “daftar kehormatan kelas”, dan lain sebagainya. Dalam pemberian penghargaan, pastikan juga guru menjelaskan dasar pemberian penghargaan tersebut, seperti kehadiran, prestasi, peningkatan kerja, tindakan yang baik serta keawrganegaraa yang baik. Kemudian, guru juga dapat menghukum pesrta didik  yang secara kronis perilakunya menimbulkan berbagai gangguan dalam kegiatan belajar dikelas. Pada dasarnya pemberian penghargaan dan hukuman kepada peserta didik oleh guru dilakukan untuk mendisiplinkan peserta didiknya.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close