Pendekatan Kegiatan Humas Antara Sekolah dan Masyarakat Dalam Manajemen Pendidikan Islam

Written by
Menurut Ibrahim Bafadal, ada 4 pendekatan yang dapa digunakan dalam kegiatan humas antara sekolah dan masyarakat sekitarnya, yaitu:
  1. Komunikasi. Komunikasi dalam tinjauan humas berarti adanya hubungan tibal balik antara pihak sekolah dan masyarakat yang bersifat dialogis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Implementasinya bisa memanggil orantua ke sekolah, berkunjung ke rumah peserta didik, memberikan informasi ke masyarakat melalui telepon, buletin-buletin sekolah, mading sekolah, surat, dan lain sebagainya.
  2. Peragaan . Peragaan disini maksudnya sekolah mengadakan acara-acara yang menampilkan kreasi sekolah dalam membina peserta didik, baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Peragaan yang dimaksdu bisa berupa pamera sekolah, acara-acara keagamaan, perlombaan-perlombaan antar peserta didik, pagelaran kesenian sekolah yang dimainkan oleh peserta didik dan lain sebagainya.
  3. Pelibatan. Dalam tataran praktis, sekolah perlu melibatkan masyarakat dalam membantu menyukseskan program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. Misalnya, melalui kegiatan rapat sekolah untuk meminta pendapat masyarakat, pemberian bantuan dari masyarakat berupa jasa ataupun barang, gotong royong memperbaik atau membersihkan sekolah, dan lain sebagainya.
  4. Penggunaan fasilitas sekolah oleh masyarakat. Sarana prasarana yang dimiliki sekolah bukanlah milik sekolah yang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Supaya masyarakat merasa memiliki akan sarana prasarana sekolah, masyarakat juga diberikan hak untuk memanfaatkannya. Misalnya saran olahraga, ruang kelas, lapangan sekolah, dan lain sebagainya. Sekolah janga sampai dikunci gerbangnya (di luar jam-jam sekolah) dengan alasan supaya sarana prasarana yang ada aman dan tidak rusak. 

Sedangkan dalam buku Manajemen Pendidikan Islam yang dikarang oleh Mujamil Qomar yaitu, menurut Mulyasa terdapat 4 pendekatan yang bisa dilakukan yaitu:
  1. Melibatkan masyarakat dalam berbagai program dan kegiatan di sekolah yang bersifat sosial kemasyarakatan. Misalnya, bakti sosial, perpisahan, peringatan hari besar nasional dan keagamaan, serta pentas seni.
  2. Mengidentifikasi tokoh masyarakat, yaitu orang-orang yang mampu memengaruhi masyarakat pada umumnya.
  3. Melibatkan tokoh masyarakat tersebut dalam berbagai program dan kegiatan sekolah yang sesuai dengan minat mereka.
  4. Memilih waktu yang tepat untuk melibatkan masyarakat sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat.
Disamping pendekatan-pendekatan tersebut, terdapat cara-cara lain daln menjalin hubungan dengan masyarakat. James J. Jones menawarkan 5 cara, yaitu:
  1. Melalui aktivitas-aktivitas para siswa kurikuler
  2. Melalui aktivitas-aktivitas para pengajar
  3. Melalui kegiatan ekstrakurikuler
  4. Melalui kunjungan masyarakat atau para orangtua ke lembaga pendidikan, dan
  5. Melalui media massa
Berbagai pendekatan dan cara untuk menjalin hubungan antara lembaga dengan masyarakat merupakan aplikasi riil dari manajemen masyarakat, manajemen lingkungan, intinya, bagaimana masyarakat disekitar lembaga pendidikan Islam dan masyarakat yang lebih luas lagi dapat percaya sehingga mereka mendukung dan membantu pelaksanaan pendidikan Islam.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close