Pemanfaatan Sumber Belajar

Sumber belajar merupakan salah satu komponen yang membantu dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar tidak lain adalah daya yang dapat dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.

Sumber belajar dapat dikatagorikan ke dalam enam jenis, yaitu: pesan (massage), orang (people), bahan (materials), alat dan peralatan (tools and aquipment), teknik (technique), dan lingkungan (setting). Pesan adalah segala informasi dalam bentuk ide, fakta, dan data yang disampaikan kepada anak didik. Orang adalah manusia yang berperan sebagai penyaji dan pengolah pesan, seperti guru, narasumber, yang dilibatkan dalam kegiatan belajar. Bahan adalah software atau perangkat lunak yang berisi pesan-pesan. Alat adalah hardwaere atau perangkar keras, yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Teknik adalah prosedur yang dipakai untuk menyajikan pesan. Lingkungan adalah kondisi dan situasi dimana kegiatan pembelajaran itu terjadi.


Secara garis besar dari sisi perancangannya, sumber belajar itu dapat dipilih menjadi dua jenis, yaitu: sumber belajar yang dirancang (by design), dan sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization).
Sumber belajar yang dirancang adalah sumber belajar yang sengaja direncanakan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya buku, film, poster, kebun sekolah, dan sebagainya yang memang direncanakan untuk digunakan dalam suatu pembelajaran. Sementara itu, sumber balajar yang dimanfaatkan adalah sumber belajar yang telah ada, tinggal dimanfaatkan, dimana pada rancangan awalnya sumber belajar tersebut tidak dimaksudkan secara khusus untuk kepentingan pembelajaran.

Sumber balajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembelajaran. Kalau media pembelajaran sekedar media untuk menyampaikan pesan, sedangkan sumber belajar tidak hanya memiliki fungsi tersebut, tetapi juga termasuk strategi, metode dan tekniknya. Dari fungsi sumber belajar tersebut dapat diuraikan antara lain:
Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
  1. Mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
  2. Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengambangkan gairah belajar.
Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dangan cara:
  1. Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.
  2. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang.
Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran, dengan cara:
  1. Perancangn progran pembelajaran yang lebih sistematis.
  2. Pengembangan bahan pelajaran yang dilandasi oleh penelitian.
Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
  1. Meningkatkan kemampuan sumber belajar.
  2. Penyajian infrmasi dan bahan secara lebih kongkrit.
Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
  1. Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit.
  2. Memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. 




Adapun manfaat sumber belajar yaitu: untuk memberikan pengalaman belajar yang kongkret tidak langsung kepada siswa. Menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung atau kongkret, manambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas, memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Membantu memecahkan masalah pendidikan dan memberikan motivasi yang positif, lebih-lebih bila dirancang penggunaannya secara tepat. Merangsang untuk berpikir, bersikap, dan berkembang lebih lanjut.

Dalam kriteria pemilihan sumber belajar secara umum dan berlaku baik untuk sumber belajar yang dirancang (by design), maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization), yaitu:
  1. Ekonomis dalam pengertian murah, maksudnya tidak terpatok pada harganya yang selalu rendah, tetapi juga pemanfaarannya dalam jangka panjang.
  2. Praktis dan sederhana, artinya tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan lengkap.
  3. Mudah diperoleh, dalam artian sumber belajar itu dekat, tersedia dimana-mana dan tidak perlu diadakan dan dibeli.
  4. Bersifat fleksibel, artinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan intruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai dan budaya.
  5. Komponen-komponennya sesuai dengan tujuan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang ada di luar kemampuan guru.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel