Mengelola Keberagaman

Written by
Keberagaman bukanlah konsep abstrak, dapat terlihat setiap hari, di setiap organisasi, di mana dua orang atau lebih terikat dalam aktivitas bersama. R. Roosevelt Thomas, Jr. mengemukakan adanya lima konsep dasar manajemen keberagaman; manajemen keberagaman strategis adalah keahlian yang dapat dipelajari; tegangan keberagaman adalah wajar; menjadi “ diversity challenged” tidak menjadi orang buruk; dan menjadi diversity capable adalah menjadi tujuan.

Pemahaman penegrtian keberagaman
Keberagaman adalah percampuran dari perbedaan, persamaan, dan tegangan yang dapat terjadi di antara elemen colletive mixture atau bauran kolektif. Untuk mengetahui suatu bauran merupakan keberagaman dapat dilakukan dengan memerhatikan elemen, seperti ras, gender, etnis, umur, asal daerah, afiliasi politik, kelas sosial ekonomi, orientasi seksual, masa jabatan dalam organisasi, latar belakang pendidikan, atau kombinasi diantaranya.
Persamaan atau perbedaan dapat diketahui dengan membandingkan setiap orang dengan orang lainnya dalam kelompok.

Manajemen keberagaman strategi adalah keahlian yang dapat dipelajari
Manajemen keberagaman strategi adalah keahlian untuk meningkatkan cara orang membuat quality decision dalam situasi dimana terdapat perbedaan, persamaan dan tegangan kritis. Karena merupakan keahlian kognitif, maka setiap orang dapat belajar  untuk menggunakannya. Creft adalah konsep dan keterampilan fundamental yang di himpun untuk sukses dibidang prestasi tertentu, yang terdiri dari elemen seni dan keterampilan. Quality decision  adalah keputusan yang membantu orang dan organisasi menyelesaikan tiga tujuan penting, yaitu misi, visi, dan strategi.

Tegangan keberagaman adalah wajar
Tegangan keberagaman adalah stres, ketegangan, dan ketertarikan cenderung mengalir dari interaksi perbedaan dan persamaan. Hal ini tidak otomatis terjadi konflik atau permusuhan. Kenyataannya adalah merupakan teman alami keberagaman. Sering kali, tegangan keberagaman dilihat sebagai tanda kekurangan kemajuan, namun sebenarnya tidak perlu demikian.

Menjadi “diversity challanged” tidak berarti menjad orang buruk
Menjadi diversity challanged atau memiliki kelemahan dan keberagaman adalah mempunyai kesulitan membuat quality decision ketika nperbedaan, kesamaan, dan tegangan terjadi. Tidak terjadi bahwa pelu mempunyai kecenderungan menangani kecenderungan dengan buruk. Sekedar berarti tidak dapat membuat keputusan baik ditengah keberagaman.

Menjadi “ deversity capable” adalah tujuan
Tujuan akhir adalah belajar menjadi deversity capable atau memiliki kemampuan keberagaman, yang berarti menguasia keahlian utuk membuat quality decision dalam kondisi perbedaan, kesamaan, dan tegangan yang bersangkutan. Berarti bahwa kita harus belajar keluar darimcara kita sendiri dan membuat keputusan yang memungkinkan membantun tujuan sendiri dan organisasi. Hal tersebut berarti bahwa kita belajar membuat quality decision meskipun tidak nyaman dengan komponen campuran keberagaman tertentu yang terdapat dalam lingkungan kita.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close