Masalah Keberagaman

Written by
Pendekatan tradisional keberagaman penting memerhatikan, menciptakan siklus krisis, pengenalan masalah, tindakan, harapan besar, kekecewaan, istirahat, dan memperbarui krisis. Kebanyakan manajer merasa bahwa mereka berputar dalam siklus.


Sekarang, dengan perubahan besar, tanpa harapan berlebihan, tetapi mereka masih menghadapi kebuntuan, tetap berputar dalam siklus. R. Roosevelt Thomas, Jr. (2006: 70) memaknai organisasi yang mengalami stuck atau kebuntuan masih dapat memperoleh kemajuan, namun tidak dapat mencapai tujuan yang diharapkan.


Terdapat beberapa faktor yang membuat manajer keberagaman mengalami kebuntuan, antara lain disebabkan oleh (R. Roosevelt Thomas, Jr., 2006: 75-80):
  1. Inisiatif keberagaman tenaga kerja telah dipolitisasi dari sejak awalnya. Secara historis, pemikir masalah keberagaman memandang masalah ini sebagai perluasan dari gerakan hak sipil.
  2. Manajer keberagamn tidak nyaman dengan tegangan keberagaman. Dalam kenyataan, dengan keberagaman, maka tegangan pasti terjadi. Diperlukan kemauan untuk menerima realitas adanya tegangan dan kemampuan membuat quality decision.
  3. Advokasi keberagaman sering percaya bahwa progres dengan hanya menghapuskan peredaan saja tidak cukup. Fokus pada ketidaknyamanan teganagan keberagamn bukan satu-satunya aspek yang membuat orang tetap berputar.
  4. Bahkan stuck corporation dapat melakukan pekerjaan berkualitas di bidang keberagaman. Mereka dapat menjalankan berkualitas yang memfokus pada angka-angka dan hubungan kerja, tetapi mengalami kebuntuan.
  5. Usaha memberi penghargaan masyarakat dengan keberagaman, justru mendorong sinisme. Masyarakat tidak membedakan antara usaha dan prestasi perusahaan.
  6. Korporasi menandingi perusahaan yang menghadapi kebuntuan melalui benchmarking. Sebagai benchmark adalah perusahaan yang menjalankan praktik keberagaman terbaik.
  7. Banyak pimpinan percaya bahwa tidak ada solusi baru yang diperlukan. Mereka berpikir bahwa yang perlu adalah keinginan untuk bertindak.
  8. Sejumlah eksekutif senior berfikir bahwa menghadapi kebutuhan adalah state of the art. Mereka tah bahwa mereka menghadapi kebuntuan, tetapi mereka percaya bahwa setiap perusahaan yang terikat serius dengan keberagaman akan tetapi menghadapi kebuntuan sampai state of the art membantu.
  9. Banyak pemimpin segan mengakui bahwa mereka perlu bantuan. Beberapa pemimpin mengetahui bahwa mereka mengalami kebuntuan, tetapi berpikir mereka dapat menemukan jalan keluar yang cocok sendiri apabila mereka berusaha cukup keras.
  10. Ketidak jelasan meluas. Pemimpin berbicara tentang pentingnya dan   manfaat potensial keberagaman, tetapi beberapa bersifat spesifik tentang tahapan yang diharapkan dan tantangan implisit dalam mencapai tujuan.
  11. Kebingungan konseptal dan proses mendominsi. Alasan lain sasaran keberagaman tidak jelas karena variasi konsep dipandang sinonim.
  12. Manajer mempunyai kesulitan menyambung secara simultan pada dua pendekatan atau lebih.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close