Kualitas Kinerja Guru

Written by
Kualitas kinerja guru meliputi beberapa hal pokok yang berkenaan dengan: pengertian kinerja, kualitas kinerja guru, dan ukuran kualitas kinerja guru.

Kinerja adalah performance atau unjuk kerja, kinerja dapat pula diartikan prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjuk kerja. Dan juga dapat diartikan sebagai suatu wujud perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. Berkaitan dengan kinerja guru,wujud prilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran, yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar.

Kualitas kinerja guru dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Berkenaan dengan kompetensi guru, ada empat hal yang harus dikuasi guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran, dan mampu mengevaluasi hasil belajar.


Ukuran standar kinerja guru adalah quality of work. Hal ini diperjelas bahwa ukuran kualitas kinerja guru dapat dilihat dari produktivitas pendidikan yang telah dicapai menyangkut output siswa yang dihasilkan. Mengenai produktivitas dapat dipahami bahwa bagaimana menghasilkan dan meningkatkan hasil setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Dengan itu perlu adanya guru yang profesional dalam menentukan hasil dari subuah proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari subuah lembaga pendidikan, dengan tugas utama guru yaitu mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama itu akan efektif jika guru memiliki derajad profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya.

Dijelaskan bahwa standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu:

Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum,  seorang guru harus mampu mengembangkan kurikulum berdasarkan tingkat satuan pendidikannya masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Di samping itu,  guru harus mampu menerapkan ICT dalam pembelajarannya,  yaitu menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang relevan dan menarik perhatian siswa sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara optimal.

Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya di kelas.  Guru pun harus mampu melakukan kegiatan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Kompetensi Kepribadian
Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Walaupun berat tantangan dan rintangan yang dihadapi, dalam melaksanakan tugasnya seorang guru harus tetap tegar.
Pendidikan adalah proses yang direncanakan agar semua berkembang melalui proses pembelajaran.

Guru sebagai pendidik harus dapat memengaruhi ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat.

Tata nilai termasuk norma, moral, estetika, dan ilmu pengetahuan, mengaruhi perilaku siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental, watak, dan kepribadian siswa yang kuat, Guru dituntut untuk membelajarkan siswanya tentang kedisiplinan diri,  belajar membaca,  mencintai buku,  menghargai waktu,  belajar bagaimana cara belajar,  mematuhi aturan/tata tertib,  dan belajar bagaimana harus berbuat.  Semuanya itu akan berhasil apabila guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Kopetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencangkup penguasaan meteri kurikulum mata pelajaran di sekolah dan subtansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metologi keilmuan.

Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dangan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close