Konsep Pengelolaan Lingkungan Belajar

Memahami konsep pengelolaan lingkungan belajar merupakan hal yang sangat penting bagi guru. Pemahaman konsep lingkungan belajar ini sangat membantu dalam menerjemahkan cara-cara pengelolaan ligkungan belajar secara kebutuhan. Namun sebelum dikemukakan pengertian pengelolaan beajar secara utuh terdapat beberapa istilah mendasar yang perlu dijelaskan. Istilah-istilah tersebut adalah (1) pengelolaan, (2) lingkungan, dan (3) belajar. Ketiga istilah tersebut merupakan kata-kata kunci yang memahami konsep penegelolaan dimaksud secara utuh dan menyeluruh. 



Istilah pengelolaan merupakan sejumlah dari kata management, berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur melaksanakan, mengelola, mengendalikan dan memperlakukan. Namun kata manajemen sendiri sudah diserapi kedalam bahasa Indonesia menjadi kata menejemen yang berarti sama dengan istilah “pengelolaan”, yakni sebagai suatu proses mengoordinasi dan mengintegrasi kegiatan-kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efektif da efisien.
 
Istilah berikutnya adalah lingkungan. Secara harfiah menurut kamus besar bahasa Indonesia, lingkungan dapat diartikan sebagai suatu tempat yang memengaruhi pertumbuhan manusia. Sedangkan menurut kamus bahasa inggris enviroment diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan dan suasana.. jika dikombinasikan pengertian istilah lingkungan dari kedua bahasa tersebut, maka lingkungan dapat diartikan sebagai suatu tempat atau suasana (keadaan) yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seseorang.
 
Istilah terakhir adalah belajar banyak ahli yang mengungkap pengertian belajar, tetapi secara umum belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relative menetap pada diri individu.
 
Dari serangkain istilah diatas, dapat dibangun pengertian pengelolaan lingkungan yang bertahap. Agar lebih bermakna, rumusan pertama yang perlu dikombinasikan adalah konsep ligkungan belajar. Dari perpaduan kata “lingkungan dan beajar”, secara sederhana dapat dirumuskan pengertian lingkungan belajar, yaitu suuatu tempat atau suasana (keadaan) yang memengaruhi proses perubahan tingkah laku manusia. Tentu manusia adalah pelajar sebagai subyek yang berada dilingkungan tersebut. Dari penjelasan tersebut dapat dilanjutkan bahwa perubahan-perubahn yang diakibatkan lingkungan dengan bersifat menetap dan relative permanen. Semakin kuat pengaruh lingkungan tersebut, maka perubahan yang akan terjadi pada subyek belajar diprediksikan akan semakin tinggi pula. Inilah kehebatan pengaruh lingkungan terhadap prilaku seseorang. Untuk itu akan sangat tidak bijak, apabila seseorang menampilkan saja peran lingkungan bagi perkembangan dan pertumbuhan individu, terutama anak-anak.
 
Di samping kita dapat merumuskan pengertian lingkungan belajar berdasarkan kombinasi istilah, atau kajian etimologi, kita juga dapat merujuk kepada berbagai rumusan pengertian lingkungan belajar menurut sejumlah ahli, antara ahli yang menyampaikan pendapatnya adalah Blocher (1974), ia menjelaskan bahwa  pada esensinya lingkungan beajar ini merupakan suatu konteks fisik, sosial dan psikologis yang dalam konteks tersebut anak belajar dan memperoleh prilaku baru.
 
Dari pendapat di atas dapat ditegaskan bahwa lingkungan belajar merupakan sarana yang dengannya para pelajar dapat mencurahkan dirinya untuk beraktivitas, berkreasi, termasuk melakukan berbagai manipulasi banyak hal hingga mereka mendapatkan sejumlah prilaku baru dari kegiatannya itu. Dengan bahasa lain, lingkungan belajar dapat diartikan sebagai “laboratorium” atau tempat bagi anak utuk bereksplorasi, bereksperimendan mengekspresikan diri untuk mendapatkan konsep dan informasi baru sebagai wujud dari hasil belajar. Jika si pelajar itu adalah anka TK atau prasekolah, maka lingkungan tersebut adalah lingkungan belajar yang diperuntukkan bagi anak-anak usia TK atau prasekolah.
 
Lalu, bagaimanakah maksudnya jika rumusan pengertian tersebut digandengkan dengan kaidah pengelolaan?. Dengan mengambil pengertian istilah pengelolaan sebagimana yang sudah dikemukakan, maka sebagai keseluhan istilah penegeolaan lingkungan belajar di prasekolah dapat diartikan sebagai suatu proses mengordinasikan dan mengintegrasi berbagai kompenen lingkungan yang dapat memengaruhi perubahan prilaku anak prasekolah sehingga dapat terfasilitasi secara baik. Jadi pengelolaan diartikan sebagai segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dalam mencapai tujuan belajar anak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel