Konsep Pengawasan Penggunaan Anggaran Pendidikan

Biaya merupakan suatu unsur yang menentukan dalam mekanisme penganggaran. Penentuan biaya akan memengaruhi tingkat efisiensi dan aktifitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuan tertentu. Kegiatan yang dilaksanakan dengan biaya yang rendah dan hasilnya mempunyai kualitas yang baik dapat dikatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien.
 


Pengawasan (controlling) adalah suatu kegiatan melihat, memerhatikan, memonitor memeriksa, menilai, dan melaporkan pelaksanaan suatu program kerja yang telah direncanakan sebelumnya dengan tujuan agar kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ada dalam perencanaan. Dari pengertian ini, dapat dijelaskan bahwa pengawasan penggunaan anggaran pendidikan adalah merupakan aktivitas-aktivitas melihat, memerhatikan, memonitor, memeriksa, menilai dan melaporkan penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program-program pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
 
Dengan kata lain, pengawasan anggaran diharapkan dapat mengetahui sampai dimana tingkat efektifitas dan efisiensi dari penggunaan sumber-sumber dana yang tersedia. Pertanyaan pokok yang berkaitan dengan pengawasan anggaran adalah seberapa besar tingkat kesesuaian antara biaya yang dialokasikan untuk setiap komponen dalam anggaran dengan realisasi anggaran. Apabila terdapat ketidak sesuaian antara rencana dengan realisasinya, maka perlu diambil tindakan-tindakan perbaikan dan jika perlu diproses melalui jalur hukum.
 
Pengawasan penggunaan anggaran pendidikan yang terdiri dari kegiatan monitor, memeriksa, menilai dan melaporkan adalah merupakan kegiatan yang bersifat sistemik dan sistematis. Dikatakan sistemik karena kegiatan pengawasan penggunaan anggaran pendidikan tidak boleh dilakukan dengan memilih atau memilah salah satu atau beberapa kegiatan saja dari kegiatan itu, akan tetapi harus mencangkup empat kegiatan pokok tersebut yaitu memonitor, memeriksa, menilai dan melaporkan penggunaan anggaran pendidikan. Dikatakan sistematis, berarti bahwa kegiatan pengawasan penggunaan anggaran pendidikan harus dilakukan secara berurutan, dimulai dari kegiatan memonitor, memeriksa dan menilai, sampai kepada kegiatan memberikan laporan penggunaan anggaran kepada pihak yang terkait guna menyiapkan pembuatan kebijakan lebih lanjut.
 
Pengawasan penggunaan anggaran pendidikan merupakan kegiatan untuk mengamankan rencana, program, dan keputusan-keputusan yang telah dibuat dan sedang dilaksanakan dibidang pendidikan. Oleh sebab itu pengawasan penggunaan anggaran pendidikan juga dapar dikatakan sebagai suatu proses untuk menetapkan suatu pekerjaan yang sedang dan telah dikerjakan, menilainya, dan mengoreksinya dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.
 
Jika dilihat dari perspektif pelaksanaan pengawasan penggunaan anggaran pendidikan dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok, yaitu: pengawasan melekat, pengawasan fungsional, pengawasan legislatif, dan pengawasan masyarakat. Keempat pengawasan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pengawasan Melekat adalah pengawasan yang dilaksanakan oleh atasan langsung terhadap bawahannya, atau pengawasan terhadap kinerja bawahan dilaksanakan oleh atasan langsung bukan oleh pihak lain. Atasan langsung meskipun tidak memiliki jabatan sebagai pengawas, akan tetapi ia memiliki fungsi pengawasan yang melekat pada jabatannya sebagai kepala bagian atau sebagai pimpinan suatu unit kerja.
  2. Pengawasan fungsional adalah pengawasan yang dilaksanakan oleh aparat yang berfungsi sebagai pengawas (pekerjaannya sebagai pengawas).
  3. Pengawasan legislaif adalah pengawasan yang dilakukan oleh badan legislatif, yaitu oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap pelaksanaan rencana dan program kerja pemerintah. Pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR dan DPRD terhadap pelaksanaan rencana dan program kerja pada suatu kementrian beserta jajarannya, termasuk jajaran kementrian pendidikan dan kebudayaan.
  4. Pengawasan masyarakat adalah pengawasan yang dilakukan oleh anggota masyarakat baik anggota masyarakat secara individual maupun kelompok dengan cara melihat, memerhatikan, memonitor, menilai dan melaporkan pelaksanaan kegiatan suatu unit kerja, terutama unit kerja pemerintah melalui pengiriman surat pengaduan kepada pimpinan kementrian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel