Konsep Dasar Pembelajaran Organisasi

Written by
Konsep menurut Aristoteles dalam “The Clasical Theory of Concept” menyatakan bahwa konsep merupakan penyusunan utama dalam menentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.


Pembelajaran merupakan ciri yang efektif organisasi yang mungkin lebih tepat dilihat sebagai konsekuensi perubahan.

Adapun pengertian organisasi menurut beberapa tokoh, yaitu:
  1. Organisasi menurut James D.Money adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
  2. Ralp Currier Davis mengatakan bahwa organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja kearah bersama di bawah kempemimpinan.
  3. Harleigh Trecker berpendapat organisasi adalah perbuatan atau proses menghimpun atau mengatur kelompok-kelompok yang saling berhubungan dari instansi menjadi suatu keseluruhan yang bekerja.
  4. Sedangkan William R.Spriegel dan Ricardh H. Lansburg memberikan pengertian organisasi adalah hubungan-hubungan struktur diantara bermacam-macam faktor dalam suatu badan usaha.
Dari penerapan di atas organisasi bukanlah sekedar kumpulan orang dan bukan pula hanya pembagian kerja, karena pembagian kerja hanyalah salah satu asas organisasi. Salah satu asas tidaklah dapat dijadikan pengertian umum, jadi bisa diambil kesimpulan bahwa konsep dasar pembalajaran organisasi adalah suatu penyusunan utama dalam pengetahuan ilmiah untuk mencapai tujuan bersama.

Pembelajaran organisasi adalah suatu konsep yang menjelaskan jenis-jenis aktivitas tertentu yang dilakukan di dalam organisasi, sementara organisasi pembelajar merujuk pada organisasi tertentu. Akan tetapi terdapat hubungan erat antara keduanya yaitu bahwa organisasi pembelajar adalah organisasi yang dapat melaksanakan pembelajaran organisasi dengan baik, sehingga jika ditetapkan definisi pembelajaran organisasi maka definisi organisasi pembelajar akan mengikutinya. Sejauh ini berbagai pihak setuju bahwa pembelajaran organisasi merupakan konsep yang kompleks dan multi dimensional.

Organisasi akan tercipta melalui tiga unsur pertama, yaitu:
  1. Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut denga istilah pegawai atau personel.
  2. Kerja Sama, yang dimaksud dengan kerja sama adalah suatu perbuatan bantu-membantu atau suatu perbuatan yang dilakuka secara bersama untuk mencapai tujuan bersama.
  3. Tujuan Bersama, merupakan arah atau sasaran yang dicapai.
Organisasi sebagai suatu bentuk kehidupan dalam masyarakat juga mengalami perubahan. Dalam hal ini adalah organisasi dalam arti dinamis. Organisasi mengalami perubahan karena organisasi mengalami berbagai tantangan. Tantangan itu timbul akibat pengaruh lingkungan baik intern maupun ekstern. Lingkungan intern adalah keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatannya seperti perubahan kebijakan pemimpin, sikap dan perilaku dari para anggota organisasi dan sebagainya. Sedangkan lingkungan ekstern adalah keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi seperti politik, hukum, kebudayaan, teknologi dan sebagainya.

Dalam sebuah organisasi, tak selamnya berjalan “mulus”. Ada kalanya kesetiaan setiap anggota diuji oleh besarnya ego masing-masing, memasukkan kepentingan pribadi ke dalam organisasi, dan sebagainya. Hal ini akan menjadi masalah runyam jika tidak dikendalikan sedemikian rupa. Memang benar adanya, bahwa masalah membuat orang lebih dewasa dalam mengambil tindakan. Konflik antar individu tak dapat dipungkiri, tapi konflik/masalah tak akan hilang jika tak diatasi.

Organisasi masa depan yang dapat mempertahankan daya saing serta memiliki keunggulan adalah organisasi yang memiliki kapasitas untuk belajar. Lebih jauh dikemukakan bahwa pembelajaran organisasi menjadi suatu konsep yang membentuk serangkaian nilai dan ide mulai dari layanan terhadap pelanggan hingga tanggung jawab dari perusahaan.

Keberadaan konsep pembelajaran organisasi ini diilhami oleh keberhasilan The Fifth Dicipline dari Peter Senge. Berdasarkan konsep disiplin kelima tersebut banyak konsultan manajemen dan peneliti melakukan riset yang berkaitan dengan bagaimana mengembangkan pembelajaran organisasi selama bertahun-tahun.

Sebagai bahan dasar kajian pembelajaran organisasi perlu kiranya dikemukakan disini apa yang dimaksud dengan The Fifth Dicipline yang diuraikan oleh Peter Senge. Lima disiplin belajar yang dimaksud adalah: berpikir sistem, keahlian pribadi, model mental, membangun visi bersama, dan pembelajaran tim.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close