Kompetensi Guru

Written by
Kompetensi bukanlah temuan baru, akan tetapi istilah kompetensi sudah lahir sejak pendidikan berkembang di lembaga-lembaga pendidikan, banyak sekali para teoriwan yang membahas kompetensi dalam kapasitas guru dan siswa-siwa, sesuatu hal yang membingungkan sebagian orang bahwa kompetensi dikaitkan dengan penerapan kurikulum di sekolah-sekolah, tentang bagaimana kurikulum berbasis kompetensi?, bagaimana melaksanakannya?, apa bentuknya?, dan apa saja kontennya?. Sementara sebagian orang yang telah mendapat pengetahuan atau informasi tentang kompetensi mencoba mentransfer kepada orang lain dengan mempergunakan petunjuk yang masih samar-samar. Secara definisi kompetensi adalah kemampuan dasar yang dapat dilakukan oleh para siswa pada tahap pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dasar ini aka di jadikan sebagai landasan melakukan proses pembelajaran dan penilaian siswa. 



Pendapat yang lain, menurut Spencer and Spencer memandang bahwa kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol dari seseorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. R.M. Guion dalam Spencer and Spencer mendefinisikan kemampuan atau kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengindikasikan cara-cara berperilaku atau berfikir, dalam segala situasi dan berlangsung terus dalam periode waktu yang lama. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa kemampuan adalah merujuk pada kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang bisa dilihat dari pikiran, sikap, perilakunya.

Lebih lanjut Spencer and Spencer membagi lima karakteristik kompetensi sebagai berikut:
  1. Motif, adalah sesuatu yang orang pikirkan dan inginkan, yang menyebabkan sesuatu. Contoh, orang yang termotivasi dengan prestasi akan mengatasi segala hambatan untuk mencapai tujuan, dan bertanggung jawab melaksanakannya.
  2. Sifat, adalah karakteristik fisik tanggapan konsisten terhadap situasi atau informasi. Contoh, penglihatan yang baik adalah kompetensi sifat fisik bagi seorang pilot. Begitu halnya dengan kontrol dari emosional dan inisiatif adalah lebih komplek dalam merespons situasi secara konsisten. Kompetensi sifat ini pun sangat dibutuhkan dalam memecahkan masalah dan melaksanakan panggilan tugas.
  3. Konsep diri, adalah sikap, nilai, dan image dari seseorang. Contoh, kepercayaan diri. Kepercayaan atau keyakinan seseorang agar ia menjadi efektif dalam semua situasi adalah bagian dari konsep diri.
  4. Pengetahuan, adalah informasi yang seseorang miliki dalam bidang tertentu. Contoh, pengetahuan ahli bedah terhadap urat saraf dalam tubuh manusia.
  5. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan fisik dan mental. Contoh, kemampuan fisik adalah keterampilan programmer komputer untuk menyesun data secara beraturan. Sedangkan kemampuan berfikir analitis dan konseptual adalah berkata dengan kemampuan mental atau kognitif seseorang.
Mereka juga mengkategorikan kompetensi ke dalam dua bagian, yaitu threshld competence dan differentiating competence. Threshold competence adalah karakteristik esensial (biasanya pengetahuan atau keterampilan dasar, seperti kemampuan membaca) yang seorang butuhkan untuk menjadi efektif dalam suatu pekerjaan, tetapi bukan untuk membedakan pelaku superior dari yang rata-rata. Contoh, pengetahuan pedagang tentang produk atau kemampuan mengisi faktur. Differentiating competence membedakan pelaku yang superior dari yang biasanya. Contoh orientasi prestasi yang diekpresikan dalam tujuan seseorang adalah lebih tinggi dari yang dikehendaki oleh organisasi.  

Perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi lainnya adalah terletak pada tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru.
Kompetensi guru merupakan gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru atau tenaga kependidikan yang tampak sangat berarti. Perilaku disini merujuk bukan hanya pada perilaku nyata, tetapi juga meliputi hal-hal yang tidak tampak. Charles E. Johnsons mengemukakan bahwa kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Dikatakan rasional karena mempunyai arah atau tujuan tertentu. Barlow mengemukakan bahwa kemampuan guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Dengan demikian, kemampuan guru merupakan kapasitas internal yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Tugas profesional guru bisa diukur dari seberapa jauh guru mendorong proses pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Cooper, dalam Sudjana, mengemukakan empat kompetensi guru, yakni
  1. Mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia.
  2. Mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studiyang dibinanya.
  3. Mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah , teman sejawat, dan bidan studi yang dibinanya.
  4. Mempunyai kemampuan teknik mengajar.

Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Grasser. Menurut Grasser ada empat hal yang harus dikuasai guru, yakni
  1. Menguasai bahan pelajaran.
  2. Kemampuan mendiagnisis tingkah laku siswa
  3. Kemampuan melaksanakan proses pengajaran
  4. Kemampuan mengukur hasil belajar siswa.
Semetara Nana Sudjana telah membagi kompetensi guru dalam tigas bagian, yaitu sebagai berikut.
  1. Kompetensi bidang kognitif, artinya kemampuan intelektual seperti penguasaan mata pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengejar, pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang bimbingan penyeluruh, pengetahuan tentang administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa, pengetahuan tentang kemasyarakatan, serta pengetahuan umum lainnya.
  2. Kompetensi bidang sikap, artinya kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal berkenaan dengan tugas dan profesinya. Misal, sikap menghargai pekerjaan, mencintai dan memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya, sikap toleran terhadap sesama teman profesinya, memiliki kemauan yang keras untuk meningkatkan hasil pekerjaannya.
  3. Kompetensi perilaku/performen, artinya kemampuan guru dalam berbagai keterampilan/perilaku, seperti keterampilan mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul atau berkomunikasi dengan siswa, keterampilan menumbuhkan semangat belajar siswa, keterampilan menyusun persiapan/perencanaan mengajar, keterampilan melaksanakan administrasi kelas, dan lain-lain.
Ketiga bidang kompetensi diatas tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling memengaruhi satu sama lain. George J. Mouly mengatakan bahwa ketiga bidang tersebut (kognitif, sikap, dan perilaku) mempunyai hubungan hierarkis. Artinya saling mendasari satu sama lain. Kompetensi yang satu mendasari kompetensi lainnya.

Menurut Crow and Crow kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran meliputi hal-hal berikut.
  1. Penguasaan subject-matter yang akan di ajarkan.
  2. Keadaan fisik dan kesehatannya.
  3. Sifat-sifat pribadi dan kontrol emosinya.
  4. Memahami safat hakikat dan perkembangan manusia.
  5. Pengetahuan dan kemampuannya untuk menerapkan prinsip-prinsip belajar.
  6. Kepekaan dan aspirasinya terhadap perbedaan-perbedaan kebudayaan, agama, dan etnis.
  7. Minatnya terhadap perbaikan profesional dan pengayaan kultural yang terus-menerus dilakukan.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close