Kinerja Dalam Pembelajaran Organisasi

Written by
Menurut Suntoro yang dikutip oleh Ismail Nawawi dalam bukunya bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. Secara konseptual, kinerja pada dasarnya dapat dilihat dari dua segi, yaitu kinerja pegawai secara individual dan kinerja organisasi.

Pembelajaran organisasi biasanya dihubungkan dengan upaya peningkatan kinerja. Etheredge dan Short berpendapat bahwa jika terjadi pembelajaran maka diperoleh adanya bukti berupa peningkatan intelegensia dan kesempurnaan dalam berpikir dan berkaitan dengan hal tersebut maka meningkatkan pula keefektifan dalam berperilaku. Senada dengan hal tersebut hasil-hasil penelitian yang dipublikasikan tentang pembelajaran organisasi juga menunjukkan adanya keberhasilan organisasi yang ditandai oleh adanya pembelajaran organisasi.


Merujuk pada pendapat di atas, proses pembelajaran organisasi pada intinya banyak mengalami masalah pada tingkat implementasi dan bagaimana memperoleh pengetahuan yang akurat. Akurat disini merupakan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan organisasi. Beberapa hal yang dianggap menyulitkan untuk belajar secara akurat.

Berdasarkan pendapat di atas akurasi dalam belajar khususnya yang bersumber dari pengalaman tidak dapat tercapai akibat beberapa hal antara lain: ditingkat individu yaitu adanya human error akibat bias dalam menginterpretasikan pengalaman dan ditingkat organisasi masalahnya terletak pada bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis selain adanya proses difusi dalam organisasi itu sendiri. Disisi lain, lingkungan yang terus berubah secara cepat dan komplek juga dapat melemahkan akurasi yang dicapai. Dengan demikian, tidak selalu proses pembelajaran dalam organisasi meningkatkan kapasitas organisasi sehingga meraih kinerja yang lebih baik. Suatu organisasi yang memperbaiki kesalahan dan bereaksi dengan cepat terhadap perubahan umumya belajar dari kesalahan masa lalunya sehingga dapat memperbaiki kinerjanya dikemudian hari.

Secara lebih rinci kedudukan pembelajaran organisasi sebagai asset organisasi sejalan dengan konsep di atas, maka sustainable advantange akan didasarkan pada kapasitas yang dimiliki organisasi, khususnya kapasitas sekunder seperti pembelajaran organisasi yang diikuti dengan keterampilan anggota organisasi. Jika kondisi tersebut telah dapat dicapai dan dikembangkan dengan optimal maka berpotensi untuk menjadi modal dasar kinerja organisasi.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close