Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Written by
Megginson dalam Yani menjelaskan tentang pengertian keselataman dan kesehatan kerja sebagai suatu kondisi yang bebas dari gangguan secara fisik dan psikis yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Resiko kesehatan dapat terjadi karena adanya faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi priode waktu yang ditentukan dan lingkungan kerja yang menimbulkan stress dan gangguan fisik. Sedangkan keselamatan kerja merupakan kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan dan kerusakan atau kerugian di tempat kerja berupa penggunaan mesin, peralatan, bahan-bahan dan proses pengolahan, lantai tempat bekerja dan lingkungan kerja, serta metode kerja. Kemudian aspek keselamatan ini diperjelas oleh Yani, yaitu berupa resiko keselamatan dapat rejadi karena aspek-aspek dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran, sengatan aliran listrik, terpotong, luka memar, keseleo, patah tulang, serta kerusakan anggota tubuh, penglihatan dan pendengaran.

Menurut pendapat di atas bahwa kesehatan dan keselamatan kerja merupakan sebuah kondisi yang mana dapat menimpa pada karyawan baik dari segi fisik maupun psikis. Kesehatan dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat kerja sedangkan keselamatan bisa dipengaruhi oleh peralatan kerja itu sendiri seperti mesin dan lain sebagainya.

Pendapat di atas diperkuat oleh Sumakmur yang mengatakan keselamatan dan kesehatan kerja bertalian dengan mesin, peralatan alat kerja, bahan serta proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan.

Keselamatan kerja merupakan sebuah jaminan untuk karyawan apabila terjadi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginankan berupa kecelakaan-kecelaan yang mengakibatkan cidera maupun trauma.Menurut Wilson Bangun, keselamatan kerja meruju pada perlindungan atas keamanan kerja yang dialami setiap pekerja. Perlindungan ini mengarah pada kondisi fisik dan mental para pekerja yang diakibatkan lingkungan kerja yang ada pada perusahaan. Wilson, menambahkan bahwa perusahan yang melaksanakan keselamatan kerja akan terdapat sedikit karyawan yang mengalami cedera jangka pendek atau jangka panjang akibat pekerjaan mereka. Wilson berksimpulan bahwa hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan hasil-hasil organisasional.

Secara umum, ada dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Yaitu, faktor manusia dengan lingkungannya. Faktor manusia berkaitan dengan tindakan tidak aman karena mengabaikan peraturan dan ketentuan kerja. Disisi lain, kecelakaan kerja juga bisa terjadi akibat kondisi tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut peralatan-peralatan kerja yang memberikan kejadian yang lebih tinggi frekuensinya dibandingkan dengan faktor manusia.

Menurut Wilson, para pekerja umumnya tidak patuh terhadap prosedur dan waktu kerja sesuai dengan persyaratan pekerjaan. Kebanyakan para pekerja mengalami kecelakaan kerja akibat karena kecerobohan, misalnya bekerja dibawah beban yang bergantung, bekerja pada tempat yang kurang aman, kurang penyinanaran, bekerja pada malam hari, dan tidak menggunakan peralatan kerja yang tidak pada semestinya digunakan seperti helm, penutup hidung dan mulut, dan lain sebagainya.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close