Kepemimpinan Transformatif

Dalam bahasa Arab, kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zaamah. Kata-kata tersebut memiliki satu makna sehingga disebut sinonim atau murodif, sehingga kita bisa menggunakan salah satu dari keempat kata tersebut untuk menerjemahkan kata kepemimpinan.  Secara istilah kepemimpinan dapat diartikan sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta mereka tidak terpakasa.  

Sementara itu, untuk menyebutkan istilah kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah. Madhi menegaskan bahwa di antar jenis kepemimpinan yang yang paling spesifik (qiyadah tarbawiyah atau educative leadership), karena kesuksesan mendidik generasi, membina umat, dan berusaha membangkitkan terkait erat dengan pemenuhan kepemimpinan pendidikan yang benar.  Menurut Hendyat Soetopo, kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan  secara bebas dan sukarela. 


Istilah kepemimpinan transformarif berasal dari dua kata, yaitu kepemimpinan (leadership) dan transformatif atau transformasional (transformationa).  Istilah tranformasional berinduk dari kata to transform, yang bermakna mentransformasikan atau mengubahn sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda. Misalnya, mentranformasikan visi menjadi realita, panas menjadi energi, potensi menjadi aktua, laten menjadi anifes, dan sebagainya. Tranformasional karenanya, mengandung sifat-sifat yang dapat mengubah sesuatu menjadi bentuk lain, misalnya mengubah energi potensial menjadi energi aktual atau motif berprestasi menjadi prestasi riil. Dengan demikian seorang kepala sekolah disebut menerapkan kaidah kepemimpinan trasformasional, jika dia mampu mengubah energi sumber daya, baik manusia, isntrumen, maupun situasi untuk mencapai tujuan reformasi sekolah. Kepemimpinan transformasional adalah kemampuan seorang pemimpin bekerja dengan dan/atau melalui orang lain untuk mentranformasikan secara optimal sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yangb bermakna sesuai dengan target capaian yang telah ditetapkan.  

Menurut Bass dan Avolio kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana pemimpin mengambil tindakan-tindakan untuk meningkatkan kesadaran rekan kerja mereka tentang apa yang benar dan apa yang penting, untuk meningkatan kematangan motivasi rekan kerja mereka serta mendorong mereka untuk melampaui minat pribadi mereka demi mencapai kemaslahatan kelompok, organisasi, atau masyarakat.  Sumber daya yang dimaksud dapat berupa SDM, fasilitas, dana dan faktor-faktor eksternal keorganisasian.  Di organisasi sekolah, SDM dimaksud dapat berupa pimpinan, staf, bawahan, tenaga ahli, guru, dosen, widyaswara, peneliti, dan lain-lain.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel