Hubungan Mayarakat Perspektif Manajemen Pendidikan Islam

Terdapat banyak variasi definisi manajemen yang diajukan oleh para ahli. Perbedaan dan variasi definisi tersebut lebih disebabkan oleh sudut pandang dan latar keilmuan yang dimiliki oleh para ahli. Akan tetapi, berbagai definisi yang diajukan tersebut tidak keluar dari substansi manajemen pada umumnya.

Menurut Earl F. Lundgren pengertia manajemen adalah sebuah kekuatan melalui pembuatan keputusan yang didasari pengetahuan dan pengertian yang saling terkait dan terpadu melalui lingkungan proses yang tepat dari semua sistem organisasi dalam suatu cara yang didesain untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.


Menurut Sondang P. Siagian. Humas adalah keseluruhan kegiatan yang dijalankan oleh suatu organisasi terhadap pihak-pihak lain dalam rangka pembinaan pengertian dan memperoleh dukungan dari pihak lain demi tercapainya tujuan organisasi dengan sebaik-baiknya.

Dapat saya simpulkan manajemen humas adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pemgevaluasian dalam mengembangkan hubungan antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat yang bertujuan memungkinkan orangtua dan lingkungan sekolah (masyarakat) yang ikut berpartisipasi aktifdalam kegiatan pendidikan Islam di sekolah atau dalam suatu lembaga.

Oleh sebab itu, humas difungsikan sebagai media dalam menjembatani antara sekolah dengan masyarakat yang nantinya sekolah sebagai lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat, yang nantinya harus memenuhi kebutuhan masyarakatanya. sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan, dan keadaanya. Sebaliknya, sekolah harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan dari masyarakat. Kerja sama tersebut dimaksudkan demi kelancaran pendidikan anak-anaknya di sekolah pada umumnya dan untuk meningkatkan prestasi  belajar peserta didik pada khususnya.

Yang perlu diperhatikan dalam program humas di lembaga Pendidikan secara mendasar adalah pelibatan peran orangtua dan masyarakat dalam mengelola lingkungan sekolah. Beberapa masalah timbul yang sebenarnya tidak perlu hanya karena kurangnya partisipasi orangtua dan masyarakat dalam kegiatan pendidikan.

Salah tafsir dan salah paham terhadap humas itu tampak masih ada dan berkembang di tengah masyarakat, mungkin termasuk mereka yang saat ini berkecimpung dalam praktik kehumasan. Bahkan sering kali kata meng-humas menunjukkan kegiatan komunikasi yang tidak menyampaikan fakta dan hanya menyajikan fakta yang baik-baik dan menguntungkan organisasi atau lembaga saja. Kata itu juga menunjukkan publik “disesatkan” dengan informasi yang tidak utuh, tidak lengkap atau tidak benar. Memang benar dalam humas ada berbagai bentuk komunikasi, mulai dari lisan sampai tulisan, dengan media yang beragam juga, mulai dari media massa sampai papan pengumuman. Ada kalanya juga komunikasi dilakukan melalui media kreatif seperti pin yang dipasang di dada atau memasang tanda petunjuk. Ada juga yang berkomunikasi dengan menggunakan situs untuk memperluas jangakauan komunikasi. Komunikasi tersebut dilakukan sama sekali bukan untuk menyembunyikan fakta melainkan justru mengungkapkan fakta kepada publik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel