Faktor-faktor Perbaikan Kurikulum

Berkenaan dengan perbaikan kurukulum, beberapa faktor yang menyebabkan permintaan perhatian yang sifatnya mendesak yakni:
  1. Pertumbuhan dan peledakan penduduk yang terus menerus menghantui masyarakat yang sedang berkembang; antara lain termasuk negara kita sendiri, pada gilirannya akan menimbulkan kelangkaan fasilitas belajar dan personal pembimbing sehingga mau tidak mau membutuhkan kurikulum yang lebih sesuai.
  2. Peledakan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penyesuaian kurikulum, agar masyarakat kita tidak ketinggalan dari masyarakat dunia lainnya terutama dalam hubungna pergaulan antar bangsa-bangsa dunia ini.
  3. Aspirasi manusia semakin berkembang luas, berkat kebebasan berpikir dan mengeluarkan gagasan dan konsep perlu mendapat penyaluran secara wajar, hal ini mendorong perbaikan kurikulum sekolah.
  4. Dinamika masyarakat yang di sebabkan oleh berbagai faktor, menyebabkan gerakan masyarakat, baik vertikal maupun horizontal membawa pengaruh besar artinya bagi pengembangan pendidikan. 

Berdasarkan faktor-faktor itulah, maka pemikiran kearah perbaikan kurikulumharus di lakukan demi memenuhi cita-cita masyarakat untuk masa depannya. 



Permintaan perhatian tersebut juga bisa menjadi tolok ukur perbaikan kurikulum yang berlaku ditingkat suatu daerah atau Negara tertentu. Secara lebih terperinci, faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan kurikulum adalah sebagai berkut:
  1. Perubahan sosial yang berdampak pada pendidikan. Perbahan sosial merupakan perubahan tingkah laku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu, maupun organisasi. Perubahan itu terjadi dapat disebabkan karena interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, organisasi dengan kelompok, atau organisasi dengan organisasi.
  2. Relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan seseorang menyekolahkan anaknya adalah agar suatu saat mampu bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk kelangsungan hidup mereka. Kalau ita simak peubahan-perubahan yang terjadi pada system pendidikan di Indonesia, hal tersebut merupakan dampak dari tuntutan masyarakat. Yaitu terpenuhinya kebutuhan akan pekerjaan yang layak.
  3. Masalah mutu pendidikan. Tuntutan peningkatan mutu pendidikan dapat menyebabkan perubahan kurikulum yang berlaku. Pemerintah berupaya mengejar ketertinggalan di bidang mutu pendidikan dengan menetapkan standar kelulusan. Standar kelulusan ini diharapkan mampu menjadi tolok ukur bagi mutu pendidikan di sekolah.
  4. Adanya pergeseran penekanan tujuan pembelajaran. Menurut Nasution, kurikulu diubah apabila terjadi pergeseran penekanan tujuan pembelajaran.
  5. Adanya pergeseran orientasi proses pembelajaran. Sebelum diterapkannya kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tingkat satuan pendidikan, proses pembelajaran di kelas lebih berorientasi pada guru. Pada kondisi ini guru menjadi pusat pembelajaran dan seolah-olah menjadi satu-satunya sumber belajar. Setelah pemberlakuan KBK dan KTSP, orientasi pembelajaran bergeser pada siswa. Dalam pembelajaran ini, aktivitas siswa dalam belajar menjadi pusat perhatian.
  6. Studi komparatif terhadap kurikulum Negara lain. Di bidang kurikulum, studi omparatif dilakukan dengan cara membandingkan kurikulum dalam negeri dengan kurikulum luar negeri atau lintas kurikulum yang ada di dalam negeri. Dalam studi ini diambil berbagai hal yang masih relevan dan dianggap sesuai dan mampu memperbaiki kurikulum yang sedang digunakan.
  7. Tantangan kurikulum pada abad 21. Abad 21 adalah abad dimana informasi sangat berharga dan orang yang menguasai banyak informasi alan menjadi orang yang salalu dibutuhkan orang lain. Untuk menghadapi abad 21, masyarakat pendidikan yang ada di sekolah perlu banyak kritis dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi, termasuk masalah di bidang pendidikan.
  8. Globalisasi dibidang pendidkan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendri bagi dunia pendidikan. Tujuan pedidikan mulai diarahkan pada kesiapan peserta didik untuk menghadapi persaingan didunia global.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel