Evaluasi Kurikulum

Menurut Hamid Hasan, evaluasi kuikulum dan evaluasi pendidikan merupakan karakteristik yang tidak terpisahkan. Karakteristik itu adalah lahirnya berbagai definisi untuk suatu istilah taknis yang sama. Demikian pula dengan evaluasi yang diartikan oleh berbagai pihak dengan pengertian yang berbeda. 


Menurut Morrison, evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang di sepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam buku the school curriculum,evaluasi di nyatakan sebagai suatu proses pengumpulan dan analitis data secara sistematis, yang bertujuan membantu pendidik memahami dan menilai suatu kurikulum serta memperbaiki metode pendidikan. Evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui dan memutuskan apakah program yang telah di tentukan sesuai dengan tujuan semula. 

Secara harfiah kata evaluasi bersal dari bahasa inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Jhon M. Echols dan Hasan Sadili). Pendapat lain mengatakan bahwa ditinjau dari sudut bahasa, penilaian diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu obyek.
Menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh kesimpulan. Menurut Edwind Wand dan Gerald W. Browndalam bukunya Essentials of Educational dikatakan bahwa: Evaluation refer to the act or proses to the act or prosess to determining the evalue of something (Wand and Brown). Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu.
 Menurut Stuflebeam dan Shinkfield, bahwa evaluasi adalah penilaian yang sistematik tentang manfaat atau kegunaan suatu obyek. Worthen dan Sanders memberikan definisinya tentang evaluasi secara implisit, yaitu adanya kriteria yang digunakan untk menentukan nilai (worth) dan adanya hal yang dinilai.

Menurut Suchman  dalam merumuskan evaluasi , ada tiga elemen konsep pokok yang harus diingat, yaitu (1) adanya intervensi diberikan sengaja terhadap program yang direncanakan; (2) adanya tujuan atau sasaran yang diinginkan atau diharapkan dan mempunyai nilai positif; (3) adanya metode untuk menentukan taraf pencapaian tujuan sebagaimana diharapkan. Di dalam melakukan evaluasi, evaluator hendaknya tidak hanya menanyakan perubahan, tetapi juga mengapa suatu program itu berhasil atau efektif dan yang lain tidak.

Hakikat evaluasi adalah suatu prsoses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari pada sesuatu, berdasarkan pertimbangan, dan kriteria tertentudalam rangka mengambil sesuatu keputusan. 

Adapun dalam buku Curriculum planning and development, dinyatakan bahwa evaluasi adalah prses untuk menilai kinerja pelaksanaan suatu kurikulum yang didalamnya terdapat tiga makna, yaitu: (1) evaluasi tidak akan terjadi kecuali telah mengetahui tujuan yang kakan dicapai. (2) untk mencapai tujuan tersebut harus diperiksa hal-hal yang telah dan sedang dilakukan; dan (3) evaluasi harus mengambil kesimpulan berdasarkan kriteria tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi lebih bersifat komprehensif yang didalamnya terdapat pengukuran. Disamping itu, evaluasi pada hakikatnya adalah merupakan suatu proses membuat  keputusan tentang nilai suatu objek. Keputusan evaluasi tidak hanya didasarkan pada pengambilan hasil pengukuran, dapat pulan dari hasil pengamatan, baik didasarkan pada hasil pengukuran  maupun yang bukan pengukuran sehingga menghasilkan keputusan nilai tentang suatu program atau kurikulum yang di evaluasi.  

Jadi dapat kami simpulkan, bahwa evaluasi kurikulum adalah suatu proses untuk menilai kinerja peserta didik dengan cara mengumpulkan data untuk membuat keputusan yang valid dan realiabel unuk peserta didik, proses tersebut direncanakan untuk kegiatan peserta didik baik dalam kelas maupun diluar kelas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel