Dinamika Kepribadian Sigmun Freud

Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinisme dan positivism abad XIX dan menganggap organism manusia sebagai suatu kompleks sistem energy, yang memperoleh energinya dari makanan serta mempergunakannya untuk bermacam-macam hal: sirkulasi, pernafasan, gerakan otot-otot, mengamati, mengingat, berpikir dan sebagainya. Sebagaimana ahli-ahli ilmu alam abad XIX yang mendefinisikan energy berdasarkan lapangan kerjanya, maka Freud menamakan energy dalam bidang psike ini energy psikis (psychic energy). Menurut hukum penyimpangan tenaga (conservation of energy) maka energy dapat berpindah dari satu tempat ke lain tempat, tetapi tak dapat hilang.
Berdasar pada pemikiran itu Freud berpendapat, bahwa energy psikis dapat dipindahkan ke energy fisiologis dan sebaliknya. Jembatan antara energy tubuh dengan kepribadian ialah es dengan instink-instinknya.



InstinkAda tiga istilah yang banyak persamaannya, yaitu instink, keinginan (wish) dan kebutuhan (need). Instink adalah sember perangsang somatic dalam yang dibawa sejak lahir, keinginan adalah perangsang psikologis, sedangkan kebutuhan adalah perangsang jasmani. Jadi, lapar misalnya, dapat digambarkan secara fisiologis sebagai keinginan akan makanan. Keinginan itu menjadi alasan (motif) tingkah laku: misalnya orang lapar mencari makanan.

Suatu instink adalah sejumlah energy psikis, kumpulan dari semua instink-instink merupakan keseluruhan dari pada energy psikis yang dipergunakan oleh kepribadian. Sebagaimana telah disebutkan di muka das es adalah reservoir energy ini, serta merupakan tempat kedudukan instink-instink pula. Dan es dapat dimisalkan sebagai dynamo yang memberikan tenaga penggerak kepada kepribadian, tenaga itu diasalkan dari proses metabolism di dalam tubuh. Suatu instink itu mempunyai empat macam sifat, yaitu:
  1. Sumber instink. Yang menjadi sumber instink yaitu kondisi jasmaniah, jadi kebutuhan.
  2. Tujuan instink. Adapun tujuan isntink ialah menghilangkan rangsangan kejasmanian, sehingga ketidakenakan yang timbul karena adanya tegangan yang disebabkan oleh meningkatnya energy dapat ditiadakan. Misalnya: tujuan instink lapar (makan) ialah menghilangkan keadaan kekurangan makanan, dengan cara makan.
  3. Obyek instink. Obyek instink ialah segala aktivitas yang mengantarai keinginan dan terpenuhinya keinginan itu. Jadi tidak hanya terbatas pada bendanya saja, tetapi termasuk pula cara-cara memenuhi kebutuhan yang timbul karena instink itu.
  4. Pendorong atau penggerak instink. Pendorong atau penggerak instink adalah kekuatan instink itu, yang tergantung kepada intensitas (besar kecilnya) penggerak instink makannya makin besar.
Sumber dan tujuan instink itu tetap selama hidup, sedangkan obyek beserta cara-cara yang dipakai orang untuk memenuhi kebutuhannya selalu berubah-ubah. Hal ini disebabkan karena energy psikis itu dapat dipindah-pindahkan, dapat digunakan dalam berbagai jalan, akibatnya apabila suatu obyek tidak dapat dipergunakan maka lalu dicari obyek yang lain, dan apabila obyek yang kedua ini juga tak dapat dipergunakan, dicari lagi obyek yang lain, begitu seterusnya sampai diketemukan obyek yang cocok.

Distribusi dan penggunaan energi psikisDinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimana energy psikis itu didistribusikan serta digunakan oleh das es, dan das ich dan das ueber ich. Oleh karena jumlah atau banyaknya energy itu terbatas, maka akan terjadi semacam persaingan di antara ketiga aspek itu dalam pergunakan energy (jadi menjadi kuat), maka kedua aspek yang lain harus (dengan sendirinya) menjadi lemah.

Kecemasan dan ketakutanDinamika kepribadian untuk sebagian besar dikuasai oleh keharusan untuk memuaskan kebutuhan dengan cara berhubungan dengan obyek-obyek di luar dunia. Lingkungan menyediakan makanan bagi orang yang lapar dan minuman bagi orang yang haus, disamping itu lingkungan juga berisikan daerah-daerah yang berbahaya dan tidak aman. Jadi lingkungan dapat memberikan kepuasan maupun mengancam, atau dengan kata lain, lingkungan mempunyai kekuatan untuk memberikan kepuasan dan mereduksikan tegangan maupun menimbulkan sakit dan meningkatkan tegangan, dapat menyenangkan dan mengganggu.

Biasanya reaksi individu terhadap ancaman ketidak senangan dan pengerusakan yang belum dihadapinya ialah menjadi cemas atau takut. Orang yang merasa terancam umumnya adalah orang yang penakut. Kalau das ich mengontrol soal ini, maka orang lalu akan dikejar oleh kecemasan atau ketakutan.

Freud mengemukakan adanya tiga macam kecemasan, yaitu:
  1. Kecemasan realistis. Dari ketiga macam kecemasan itu yang paling pokok adalah kecemasan atau ketakutan yang realistis, atau takut akan bahaya-bahaya di dunia luar, kedua kecemasan lain diasalkan dari kecemasan yang realistis ini.
  2. Kecemasan neurotis. Kecemasan neurotis adalah kecemasan kalau-kalau instink-instink tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan orang berbuat sesuatu yang dapat dihukum. Kecemasan ini sebenarnya mempunyai dasar di dalam realitas, karena dunia sebagaimana di wakili oleh orang tua dan lain-lain orang yang memegang kekuasaan itu menghukum anak yang melakukan tindakan impulsive.
  3. Kecemasan moral adalah kecemasan kata hati. Orang yang das ueber ichnya berkembang baik cenderung untuk merasa resah apabila dia melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma moral. Kecemasan moral ini juga mempunyai dasar  dalam realitas, karena di masa yang lampau orang telah mendapatkan hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang melanggar kode moral, dan mungkin akan mendapatkan hukuman lagi. 

Adapun fungsi kecemasan atau ketakutan itu ialah untuk memperingatkan orang akan datangnya bahaya sebagai isyarat bagi das ich, bahwa apabila tidak dilakukan tindakan-tindakan yang tepat bahaya itu akan meningkat sampai das ich dikalahkan (Jawa: kuwalahan). Kecemasan adalah juga pendorong seperti halnya lapar dan seks, bedanya: kalau lapar dan seks itu adalah keadaan dari dalam, makan kecemasan itu asalnya disebabkan oleh sebab-sebab dari luar. Apabila kecemasan timbul, maka itu akan mendorong orang untuk melakukan sesuatu supaya tegangan dapat direduksikan atau dapat dihilangkan, mungkin dia akan lari dari daerah atau tempat yang menimbulkan kecemasan atau ketakutan itu, atau , mencegah impuls-impuls yang berbahaya, atau menuruti kata hati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel