Aspek-aspek Tujuan Pelatihan

Written by
Dalam sebuah pelatihan (training) yang berbentuk apapun harus dapar meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) tiga kompetensi yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang.



Knowledge adalah sebuah pemahaman teoritis maupun partikal terhadap subjek tertentu. Berisikan kumpulan informasi dalam bentuk fakta, prosedur atau cara melakukan sesuatu, knowledge juga dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: declarative knowledge artinya menempatkan informasi dalam otak atau ingatan, procedural knowledge artinya mengetahui cara melakukan sesuatu, problem solving artinya kemampuan memecahkan masalah berdasarkan dua jenis pengetahuan sebelumnya. Menurut Notoatmodjo, pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “What”. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan, penciuman, rasa, dan raba. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior).

Sklill adalah kecakapan atau keahlian dalam menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kecakapam atau keahlian tersebut dapat dimulai dari pelatihan tertentu tetapi untuk menguasai keterampilan tertentu faktor paling utama adalah terus berlatih dan menambah pengalaman dibidang yang dibutuhkan. Secara pragmatis program pelatihan memiliki dampak positif baik terhadap individu maupun organisasi atau kelompok. Smith menguraikan profil kapabilitas individu berkaitan dengan skill yang diperoleh dari pelatihan. Seiring dengan penguasaan keahlian dan keterampilan penghasilan yang diterima individu akan meningkat. Pada akhirnya hasil pelatihan akan membuka peluang bagi pengembangan karier individu dalam organisasi. Dalam kontek tersebut peningkatan karier atau promosi ditentukan oleh pemilikan kualifikasi skill.

Attitude adalah cara berpikit atau apa yang dirasakan terhadap suatu hal yang direfleksikan dalam bentuk perilaku. Apapun yang kita lakukan sebagai manusia dapat ditingkatkan atau dihambat oleh sikap kita sendiri. Thustone berpendapat bahwa sikap merupakan suatu tingkatan afeksi, baik bersifat positif maupun negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis, seperti: simbol, prase, slogan, orang, lembaga, cita-cita dan gagasan.

Ketiga hal diatas sangat penting perannya dalam perkembangan sebuah lembaga atau perusahaan dan seharusnya dimiliki oleh setiap individu, yaitu: pengetahuan (knowledge) dimana pada pengetahuan ini sebuah pemahaman teoritis maupun praktikal terhadap subjek tertentu, keterampilan (skill) pada keterampilan ini suatu kecakapan atau keahlian untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dan sikap (attitude) yang dimana pada sikap ini cara berpikir manusia atau apa yang diraskan dalam bentuk perilaku manusia itu sendiri.

Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa pengetahuan saja tidaklah cukup bagi seseorang dalam dunia usaha atau dunia kerja. Pengetahuan juga harus disertai dengan keterampilan. Keterampilan tersebut dapat berupa keterampilan manajerial, keterampilan konseptual, keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi, dan berelasi, keterampilan merumuskan masalah dan cara bertindak, keterampilan mengatur dan menggunakan waktu, dan keterampilan teknik lainnya secara spesifik. Hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan tidaklah cukup. Seseorang yang berada di dunia usaha atau dunia kerja tentu juga harus memiliki kejujuran, bertanggung jawab, menepati janji, disiplin, taat hukum. suka membantu, komitmen dan menghormati, serta mengejar prestasi. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan dari knowledge, skill, dan attitude yang dimiliki oleh sumber daya dapat menghambat kemajuan perusahaan atau lembaga yang dikelola.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close