DUNIA MANAJEMEN: Pendekatan-pendekatan Ilmu Manajemen

Breaking News

Monday, October 1, 2018

Pendekatan-pendekatan Ilmu Manajemen

  1. Pendekatan Operasional. Manajemen dianalisa dari sudut pandang apa yang telah diperbuat oleh seorang manajer untuk memenuhi persyaratan sebagai seorang manajer. Kegiatan-kegiatan itu atau fungsi-fungsi dasar ke dalam mana manajer terlibat, membentuk suatu proses manajemen. Pendekatan proses itu memusatkan perhatiannya pada fungsi-fungsi dasar manajemen. Proses pendekatan itu banyak digunakan, karena ia sangat menolong dalam mengembangkan pemikiran manajemen dan mampu menentukan bentuk manajemen dalam ketentuan-ketentuan yang mudah dipahami. Setiap kegiatan belajar oleh seorang manajer dapat digoongkan sejajar dengan proses dasar saat ini.
  2. Pendekatan Perilaku Manusia. Inti pendekatan ini adalah perilaku manusia. Hal ini memberi manajemen metode-metode dan konsep ilmu-ilmu sosial yang bersangkutan, khususnya psikologi dan antropologi. Penekanan diberikan kepada hubungan-hubungan antara perorangan-perorangan serta dampaknya. Pada manajemen, individu dipandang sebagai makhluk sosio-psikologis. Seni manajemen diberi penekanan dan seluruh bidang hubungan manusia dipandang dalam istilah-istilah manajemen. Sebagian orang memandang manajer itu sebagai pemimpin dan memperlakukan semua kegiatan-kegiatan orang yang dipimpinnya sebagai keadaan manajerial. Pengaruh lingkungan dan dampak yang memberi motivasi pada perilaku manusia diberikan dalam seluruh penelitian. karena tidak hanya dipertanyakan bahwa pengelolaan melibatkan perilaku manusia dan interaksi manusia, maka tidak diragukan bahwa tujuan-tujuan nyata dari aliran ini sudah memadai, dan sumbangan-sumbangannya memberi manfaat kepada penelitian manajemen.
  3. Pendekatan Sistem Sosial. Para pendukung pendekatan ini memandang manajemen sebagai suatu sistem sosial, atau dengan kata lain, sebagai suatu sistem interrelasi budaya. Ia berorientasi secara sosiologis, berurusan dengan berbagai kelompok sosial dan hubungan-hubungan budayanya serta berusaha menyatukan kelompok-kelompok ini ke dalam suatu sistem sosial, takluk kepada segala pertentangan dan interaksi para anggotanya. Pendekatan ini memperhitungkan kelahiran, manfaat dan fungsi suatu organisasi, yang dianggap tumbuh menjadi sesuatu, terutama sekali sebagai akibat kekuatan-kekuatan sosial. Ia juga memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan etika, pengaruh masyarakat, serikat-serikat sekerja, dan pemerintah. Hasil bersih dari sistem pendekatan sosial adalah terbatasnya kekuatan paham sosiologis ke dalam penelitian dan teori manajemen.
  4. Pendekatan Sistem-sistem. Konsep sistem-sistem umum merupakan bagian dari sentral yang dikembangkan pendekatan ini. Suatu sistem dapat dipandang sebagai suatu kumpulan atau himpunan dua komponen atau lebih, yang saling berada dalam pola hubungan tertentu dan antara mana suatu kegiatan menimbulkan reaksi pihak yang lain. Dengan kata lain sebuah sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling beraksi. Sistem-sistem bersifat fundamental bagi kebanyakan kegiatan. Apa yang dipikirkan sebagai suatu kegiatan, mungkin sebenarnya adalah hasil dari banyak kegiatan kecil, dan aktifitaskecil-kecil ini, sebaliknya adalah hasil dari aktivitas-aktivitas yang lebih kecil lagi. Berfikir dalam kerangka sistem, akan menyederhanakan dan menyatukan konsepsi kegiatan-kegiatan yang banyak itu, dengan mana seorang pengelola bekerja. Sebuah rencana manajemen, misalnya dapat digambarkan sebagai suatu sistem dengan manusia, uang, mesin, bahan-bahan, informasi, dan kekuasaan. Pengikut-pengikut pendekatan sistem-sistem ini bertujuan mengembangkan suatu kerangka sistematis untuk menguraikan hubungan-hubungan antar aktivitas. Pendekatansistem-sistem memberikan suatu alat untuk melihat dengan jelas aktor-faktor yang bersifat tidak tetap, hambatan, dan interaksi.
  5. Pendekatan Kuantitatif. Titik beratnya di sini adalah penggunaan model-model matematika dan proses, hubungan dan data yang dapat di ukur. pendekatan ini sudah menunjukkan kegunaan manajerialnya yang besar. manajemen dipandang sebagai sebuah kesatuan yang logis, yang kalau di ungkapkan dan dihubungkan dalam istilah-istilah kuantitatif dan proses dengan suatu metodologi yang diterima, menghasilkan jawaban-jawaban atas persoalan-persoalan manajerial, yang di definisikan secara hati-hati. Pendekatan ini memaksa si pemakai untuk mendefinisikan dengan tepat segala tujuan persoalan dan hubungan dengan cara yang dapat di ukur. Seterusnya pengakuan adanya hambatan-hambatan yang pasti dan penggunaan proses yang logis memberikan kepada sang manajer suatu cara atau alat yang ampuh untuk menyelesaikan persoalan-persoalan manajemen tertentu yang kompleks. Ia sangat ada sangkutpautnya dengan pengambilan keputusan, maka pendekatan itu menjadi paling efektif.

No comments:

Post a Comment

Metode Pengelolaan Konflik

Pada pembahasan kali ini akan di sampaikan beberapa metode pengelolaan konflik. 1) stimulasi konflik dalam satuan-satuan organisasi di mana...

Dunia Manajemen