DUNIA MANAJEMEN: Manajemen Pendidikan Islam

Breaking News

Sunday, October 7, 2018

Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien
Makna definitif ini selanjutnya memiliki implikasi yang saling terkait dan membentuk satu-kesatuan dalam manajemen pendidikan Islam. Berikut ini penjabarannya.

Pertama, proses pengelolaan pendidikan Islam secara islami, aspek ini menghendaki adanya muatan-muatan nilai Islam dalam proses pengelolaan pendidikan Islam. Misalnya, penekanan pada penghargaan, maslahat, kualitas, kemajuan, dan pemberdayaan. Selanjutnya, upaya pengelolaan itu diupayakan bersandar pada pesan-pesan Al Qur'an dan hadist agar selalu dapat menjaga sifat islami.

Kedua, terhadap lembaga pendidikan. Hal ini menunjukkan dari manajemen ini yang secara khusus diarahkan untuk menangani lembaga pendidikan Islam dengan segala keunikannya. Maka, manajemen ini bisa memaparkan cara-cara pengelolaan pesantren, madrasah, perguruan tinggi Islam, dan sebagainya.

Ketiga, proses pengelolaan pendidikan Islam secara islami menghendaki adanya sifat inklusif dan eksklusif. Frase secara islami menunjukkan sikap inklusif, yang berarti kaidah-kaidah manajerial yang dirumuskan dalam pembahasan kali ini bisa dipakai untuk pengelolaan pendidikan selain pendidikan Islam selama ada kesesuaian sifat dan misinya. Dan sebaliknya, kaidah-kaidah manajemen pendidikan secara umum bisa juga dipakai dalam mengelola pendidikan Islam selama sesuai dengan nilai-nilai Islam, realita, dan kultur yang dihadapi lembaga pendidikan Islam. Sementara itu, frase lembaga pendidikan Islam menunjukkan keadaan eksklusif karena menjadi objek langsung dari pembahasan kali ini, hanya terfokus pada lembaga pendidikan Islam. Sedangkan, lembaga pendidikan lainnya telah dibahas secara detail dalam buku-buku manajemen pendidikan.

Keempat, dengan cara menyiasati. Frase ini mengandung strategi yang menjadi salah satu pembeda antara admnistrasi dengan manajemen. Manajemen penuh siasat atau strategi yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. Demikian pula dengan manajemen pendidikan Islam yang senantiasa diwujudkan melalui strategi tertentu. Adakalanya strategi tersebut sesuai dengan strategi dalam mengelola lembaga pendidikan umum, tetapi bisa jadi berbeda sama sekali lantaran adanya situasi khusus yang dihadapi lembaga pendidikan Islam.

Kelima, sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait. Sumber belajar di sini memiliki cakupan yang cukup luas, yaitu:
  1. Manusia, yang meliputi guru/ustadz/dosen,siswa/santri,mahasiswa, para pegawai, dan para pengurus yayasan.
  2. Bahan, yang meliputi perpustakaan, buku paket ajar, dan sebagainya.
  3. Lingkungan, merupakan segala hal yang mengarah pada masyarakat.
  4. Alat dan peralatan, seperti laboratorioum, dan
  5. Aktivitas, adapun hal-hal lain yang terkait bisa berupa keadaan sosio-politik, sosio-kultural, sosio-ekonomik, maupun sosio-religius yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam
Keenam, tujuan pendidikan Islam. Hal ini merupakan arah dari seluruh kegiatan pengelolaan lembaga pendidikan Islam sehingga tujuan ini sangat mempengaruhi komponen-komponen lainnya. Bahkan mengendalikannya.

Ketujuh, efektif dan efisien. Maksudnya dalam hal ini, efektif adalah tepat secara terhadap apa yang ingin di capai pada lembaga pendidikan Islam. dan Efisien adalah hemat dari segala hal baik itu tenaga, uang, waktu, dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment

Metode Pengelolaan Konflik

Pada pembahasan kali ini akan di sampaikan beberapa metode pengelolaan konflik. 1) stimulasi konflik dalam satuan-satuan organisasi di mana...

Dunia Manajemen