Langkah-Langkah Perencanaan Peserta Didik Berbasis Sekolah

Secara garis besar terdapat dua langkah dasar perencanaan yang dapat dipakai untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi. Langkah tersebut adalah:
Menetapkan sasaran, kegiatan perencanaan dimulai dengan memutuskan apa yang ingin dicapai organisasi. Tanpa sasaran yang jelas, sumber daya yang dimiliki organisasi akan menyebar terlalu luas. Dengan menetapkan prioritas dan merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber agar lebih efektif.




  1. Merumuskan Posisi Organisasi pada Saat ini Jika sasaran telah ditetapkan, pimpinan harus mengetahui di mana saat ini organisasi berada dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut, sumber daya apa yang dimiliki saat ini. Rencana baru dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada saat ini. Untuk ini di dalam organisasi harus terdapat suasana keterbukaan agar informasi mengalir dengan lancar terutama data keuangan dan statistik.
  2. Mengidentifikasi Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Menuju Sasaran selanjutnya perlu diketahui faktor-faktor, baik internal maupun eksternal, yang diperkirakan dapat membantu dan menghambat organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Diakui jauh lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi pada saat ini, dibandingkan dengan meramalkan persoalan atau peluang yang akan terjadi di masa datang. Betapa sulitnya melihat ke depan adalah unsur utama yang paling sulit dalam perencanaan.
Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran, Langkah terakhir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternatif atau langkah yang diambil untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, mengevaluasi alternatif-alternatif ini, dan memilih mana yang dianggap paling baik, cocok dan memuaskan.
 
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam perencanaan peserta didik. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. Perkiraan (forcesting), adalah penyusun suatu perkiraan kasar dengan mengantisipasi ke depan, di mana perkiraan ini dipengaruhi oleh tiga dimensi yaitu dimensi masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Dimensi masa lampau berkenaan dengan pengalaman-pengalaman masa lampau yaitu sebagai data tentang kesuksesan dan kegagalan penanganan peserta didik. Dimensi masa kini berkaitan erat dengan faktor kondisional dan situasional, artinya segala data dan informasi dikumpulkan untuk dijadikan pijakan dalam melakukan kegiatan dan mengetahui konsekuensinya. Dimensi masa depan dijadikan manajemen peserta didik yang ideal, sehingga output sekolah akan sesuai dengan tuntutan masa depan.
  2. Perumusan tujuan (objective), merupakan langkah atau jabaran dari tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu sendiri ada tujuan jangka panjang, menengah dan pendek, juga ada tujuan yang bersifat khusus maupun umum, ada juga tujuan akhir yang dijabarkan dalam tujuan sementara. Tujuan itu sendiri akan menjadi arah yang dituju bersama dari semua personal sekolah, baik dari civitas akademika maupun dari peserta didik serta masyarakat yaitu orangtua murid.
  3. Kebijakan (policy), adalah mengidentifikasi aktivitas yang dapat digunakan untuk mencapai target atau tujuan diatas, kadang tujuan itu adalah mengidentifikasi aktifitas yang dapat digunakan untuk mencapai target atau tujuan di atas, kadang tujuan itu memerlukan banyak kegiatan namun kadang satu kegiatan untuk berbagai tujuan. Kegiatan tersebut diidentifikasi sebanyak mungkin kegiatan sehingga tujuan yang ingin dicapai tepat sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Pemprograman (programming), adalah suatu aktivitas yang bermaksud memilih kegiatan yang sudah diidentifikasi dalam langkah kebijakan. Beberapa pertimbangan yang harus dipenuhi: seberapa besar kontribusi kegiatan tersebut terhadap pencapaian target, memungkinkan kegiatan dilaksanakan dengan melihat sumber daya yang ada, apakah kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang dimiliki, apakah yang menjadi penghambat kegiatan tersebut dan antisipasi atas hambatan tersebut.
  5. Langkah-langkah (procedure), yaitu merumuskan tahapan kegiatan dengan melakukan skala prioritas, yaitu mengurutkan setiap langkah atau tahapan agar terhindar dari infektif dan inefisien.
  6. Penjadwalan (schedule), yaitu kegiatan yang telah ditetepkan prioritasnya, urutan dan langkahnya perlu dijadwalkan kegiatannya sehingga maksud pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan yang diharapkan.
  7. Pembiayaan (budgetting), yaitu:
  • Alokasi biaya, merinci mengenai biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
  • menentukan sumber biaya, yaitu biaya dari sumber primer atau sekunder.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel