Kurikulum

Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum harus sesuai dengan falsafah Negara dan dasar Negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang menggambarkan pandangan hidup suatu bangsa. Tujuan dan pola suatu Negara banyak ditentukan oleh system kurikulum yang digunakan, mulai dari kurikulum taman kanak-kanak sampai dengan kurikulum perguruan tinggi. Jika terjadi perubahan system ketatanegaraan, maka dapat berakibat pada perubahan system pemerintahan dan system pendidikan, bahkan system kurikulum yang berlaku. 

 

Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan bagi siswa. Berdasarkan program pendidikan tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Dengan kata lain, dengan program kurikuler tersebut, satuan pendidikan menyediakan lingkungan pendidikan bagi siswa untuk berkembang. Menurut Dakir, kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang di programkan, direncanakan, dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. 

Kemudian menurut Undang-undang Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional kurikulum seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 

Kurikulum memiliki kedudukan sentral dan penting dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, urutan isi, dan proses pendidikan. 

Dalam PP 60 Tahun 1999, disebutkan bahwa penyelenggara pendidikan tinggi dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan program studi (Pasal 13 Ayat 1). Dalam ayat 2 pasal yang sama dikatakan bahwa program studi menyelenggarakan pendidikan akademi dan atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan sasaran kurikulum. Pada ayat 3 pada pasal yang sama disebutkan bahwa kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 berpedoman pada kurikulum yang berlaku secara nasional. Dalam penjelasannya Pasal 13 Ayat 3 dijelaskan bahwa bilamana belum ada kurikulum yang berlaku secara nasional untuk prog-ram studi tertentu, perguruan tinggi yang hendak menyelenggarakan dapat mengusulkan rancangan kurikulum untuk program studi tersebut kepada departemen.
 
Jadi dapat disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program dokter, program profesi, program spealis yang diselenggarakan di perguruan tinggi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel