Jenis-Jenis Mutasi Peserta Didik

Mutasi Intern
Yang dimaksud dengan mutasi intern adalah mutasi yang dilakukan oleh peserta didik dalam sekolah itu sendiri. Umumnya, peserta didik demikian hanyalah pindah kelas saja, dalam suatu kelas yang tingkatannya sejajar. Mutasi intern ini, dilakukan oleh peserta didik yang sama jurusannya, atau yang berbeda jurusannya.
Mutasi Ektern
Yang dimaksud dengan mutasi ekstern adalah perpindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lainnya dalam satu jenis, dan dalam satu tingkatan. Meskipun ada juga peserta didik yang pindah ke sekolah lain, dengan jenis sekolah yang berlainan. Pada sekolah-sekolah negeri hal demikian menjadi persoalan; meskipun pada sekolah swasta, terutama yang kekurangan peserta didik, tidak pernah menjadi persoalan.



Sebab-Sebab Peserta Didik Mutasi 
Ada banyak penyebab peserta didik mutasi (Baca juga: Pengertian mutasi).Adapun factor penyebab tersebut, dapat bersumber dari peserta didik sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sebaya.

Yang bersumber dari peserta didik adalah:
  • Yang bersangkutan tidak kuat mengikuti pelajaran disekolah tersebut.
  • Tidak suka dengan sekolah tersebut
  • Malas
  • Ketinggalan dalam pelajaran
  • Bosan dengan sekolahnya
Yang bersumber dari lingkungan keluarga adalah:
  • Mengikuti orang tua pindah kerja
  • Dititipkan oleh orang tuanya di tempat nenek atau kakeknya, karena ditinggal tugas belajar keluar negeri
  • Mengikuti orang tuanya
  • Disuruh oleh orang tuanya pindah orang tua merasa keberatan dengan biaya yang harus di keluarkan di sekolah tersebut.
Yang bersumber dari lingkungan sekolah adalah:
  • Lingkungan sekolah yang tidak menarik
  • Fasilitas sekolah yang tidak lengkap
  • Guru di sekolah tersebut sering kosong
  • Adanya kebijakan-kebijakan sekolah yang berat oleh peserta didik
  • Sulitnya sekolah tersebut dijangkau, termasuk oleh transportasi yang ada
  • Sekolah tersebut dibubarkan karena alasan-alasan sepeti kekurangan murid
  • Sekolah tersebut dirasakan peserta didik tidak bonafit, seperti rendahnya angka kelulusan setiap tahun
Yang bersumber dari lingkungan teman sebaya:
  • Bertengkar dengan teman
  • Merasa di ancam oleh temen
  • Tidak cocok dengan teman
  • Merasa terlalu tua sendiri dibandingkan dengan teman-teman sebayanya
  • Semua teman yang ada disekolah tersebut berlainan berlainan jenis dengan dirinya, sehingga merasa sendirian
  • Semua teman yang ada di sekolah tersebut berlainan strata dengan dirinya
Yang bersumber dari lainnya:
  • Seringnya sekolah tersebut dilanda banjir
  • Adanya peperangan yang mendadak sehingga sekolah tersebut tidak memungkinkan untuk belajar
  • Adanya bencana alam diwilayah atau daerah tempat sekolah tersebut berada
  • Sekolah tersebut tiba-tiba ambruk sudah terlalu tua.





Alternative Pencegahan, Pengurangan Dan Pemecahan Mutasi

Dalam banyak hal, mutasi memang perlu dicegah, agar terdapat kesinambungan pengetahuan antara peserta didik yang diterima sebelumnya dengan kelanjutannya. Oleh karena itu,  izin mutasi (Baca: Pengertian mutasi) hendaknya diberikan jika disertai dengan alasan yang dapat di terima dan  sangat baik bagi perkembangan peserta didik itu sendiri. Seminimal mungkin mutasi peserta didik yang bersifat ektern haruslah dikurangi. Pencegahan dan pengurangan tersebut, tentu bergantung kepada macam-macam sumber factor penyebabnya.Sungguhpun demikian, mereka yang mutasi memang harus di carikan jalan keluarnya, agar menguntungkan bagi perkembangan peserta didik. Jika penyebab sumber mutasi berasal dari diri peserta didik itusendiri, maka langkah preventif yang harus dilakukan dalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik, bahwa kalau dapat menyelesaikan studi disekolah tersebut, peserta didik nantinya akan mempunyai proshiapek tertentu sebagaimana lulusan-lulusan lain dari sekolah tersebut. Ini perlu dikemukakan, agar mereka yakin benar dengan kebaikan sekolahnya. Dengan demikian, setelah ia memilih sekorah tersebut, tidak akan ragu-ragu lagi.

Peserta didik juga perlu mendapatkan bimbingan yang baik di sekolah tersebut.  Seperti bagaimana cara guru mengatasi kesulitan belajar yang di alami oleh siswa, seperti masalah intern dan ektern. Dimana dalam interaksi belajar-mengajar ditemukan bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa merupakan kunci keberhasilan belajar. 

Dalam hal lain, kepala sekolah turut berperan penting terhadap masalah ts\anggung jawab kepala sekolah. Dalam hal ini mengadakan pengendalian kehadiran siswa, penerapan disiplin kebebasan mengemukakan pendapat dan menghormati hak-hak seluruh siswa secara tepat. Demikian pula sikap para guru yang digambarkan oleh Brookover dan Rutter. Yang pada hakekatnya merupakan:
  1. Suatu kepercayaan bahwa seluruh siswa mampu belajar;
  2. Mendorong keberanian siswa untuk menguasai tugas akademik;
  3. Memberikan insentif dan penghargaan yang tepat;
  4. Sikap positif para guru berarti membuat para siswa untuk bertanggung jawab;
Dengan demikian interaksi formal dan informal terus-menerus di antara para siswa, guru dan kepala sekolah, merupakan bantuan dalam menciptakan dan meningkatkan keserasian dan kecocokan. Secara khusus siswa akan menghargai kepala sekolah, sebagai orang, tempat konsultasi, interpretasi dan memberikan keterangan tentang kebijaksanaan sekolah, maupun memberikan nasihat secara berterus terang.
Dengan penyesuaian diri yang baik dan belajar yang baik, dia tidak ketinggalan teman-temannya yang lain. Dengan demikian, ia tidak punya alasan untuk pindah kesekolah lain. Di samping itu, peserta didik perlu bimbingan dengan baik agar merencanakan belajarnya, dan diupayakan konsisten dengan rencana yang ia buat. Kemalasan dalam mempelajari bab-bab awal, bisa beruntun sampai dengan bab-bab akhir. Oleh karena itu, dorongan dan atau motivasi yang harus terus menerus dari sekolah, akan membantu peserta didik untuk giat belajar dan tidak malas. Lebih lanjut, peserta didik akan merasa senang belajar di sekolah tersebut. Jika sumber penyebab mutasi tersebut berasal dari sekolah. Yang diperbaiki, tentu saja tidak saja sarana dan prasarana fisik sekolah, melainkan sekaligus kondisi sekolah secara keseluruhan. Disiplin guru perlu di tingkatkan, proses dan metode belajar dibuat sevariatif mungkin, fasilitas dan sarana yang ada hendaknya difungsionalkan dengan baik. Demikian juga layanan-layanan yang ada disekolah, diupayakan memuaskan peserta didiknya. Upaya agar peserta didik betah disekolah tersebut. Jika penyebab mutasi peserta didik tersebut berasal dari lingkungan keluarga, maka jalinan kerja sama antara sekolah dengan keluarga memang perlu ditingkatkan. Jangan sampai, hanya karena persoalan sepele kemudian anak tidak sekolah atau mutasi ke sekolah lain. Perlu ada komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga, sehingga keduanya tidak mengalami miss communication. Jika peserta didik, karena alasan tertentu yang dapat diterima akan mutasi, maka hendaknya mereka diberi keterangan sesuai dengan apa adanya. Tidak boleh di baik-baikkan atau di jelek-jelekkan. Sebab, bagaimanapun juga, mutasi kesekolah lain adalah hak peserta didik sendiri.berilah ia keterangan bahwa yang bersangkutan memang pernah bersekolah di sekolah tersebut, dan kemukakan alasan-alasan yang bersangkutan kenapa mutasi. Keterangan-keterangan yang lazimdiberikan berkaitan dengan peserta didik yang mutasi adalah: identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik disekolah, kelakuan dan kerajinan dan alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang senyatanya.
Bagi sekolah yang akan menerima peserta didik yang akan mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima,. Jangan sampai, sekolah yang sebelumnya sudah tertib dan baik, bisa berubah kacau hanya karena ada seorang murid yang baru mutasi dari sekolah lain. Untuk itulah, sekolah harus meneliti mengenai: identitas, kelakuan/kerajinan, prestasi akademiknya, jurusan atau pragram asalnya, dan alasan-alasan yang berangkutan mutasi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel